RSS

POstman To Heaven


Liat dari posternya kyknya keren ya ni film
Sumpah dah..ini film yang awalnya untuk mengisi weekend sy, malah bikin weekendnya down..Haha. Sempet ketiduran beberapa kali pas nonton.Apa se GEJE itu ya ini film. Padahal yang maen si jaejoong yang guanteng itu...mungkin cuma dia lah yang bikin sy sempet melek jg pas nonton,,,haha. Ceweknya yang maen Hyo Joo (cew di Shining Inheritance). Setelah sy analisa, penyebab film ini GEJE sbb:
1. Sy emang kebo,,,jadi ngantuuuk aja bawaannya pas nonton (tapi nonton film lain engga tuh ya)
2. Fikiran sy emang lagi ruwet, jadi mungkin nonton jg ruwet. (Habis ini sy mau coba nonton film lain, kalau ruwet jg berarti sy yang error)
2. Subtitle-nya ga jelas, bikin BT, secara sy ga bs bahasa korea gitu lhoo
3. Ceritanya datarrr...set-nya cuma di padang rumput..trs dibebearap tempat lain, pasti biayanya murah,
4. Filmnya emang GeJe,,jadi mau diapain juga GeJe,

Ya udah deh, setelah tidur bangun tidur bangun, saya usahain melek spy bisa liat akhirnya, en sya udah bisa nebak akhirnya gimana dan tepat pula tebakan saya. Ahhh.,,,,males deh.


The weird man in the midnite...

The weird man came in the midnite
Spread his sharp smile and teasing eyes
Do you bring some magics vanishing the says??

The weird man came in the midnite
Crazy,,idiot,,,loosing mind,,eyes swollen
Is it all came due to ur present??

Oh please..the weird man in the midnite...

------------------------------------------

*The inspiration always comes in the rain ..
I love to hear ur sound...rain...will the sun gets angry if I long for u everyday???


music I;m listening now: Please be Careful with My HEart - Christian Bautista
(and offcourse the rain's drops ourside go along)

Unstoppable, Babies, Rapunzel


If u are a movies lover...u'll know well about the title ;)
Tiga judul film di atas adalah film yang saya tonton bulan ini, Harry Potter ga termasuk karena saya nontonnya bulan lalu :P.

Denzel Washington memang tidak pernah mengecewakan saya =) Menurut saya, hampir semua filmnya keren. Paling tidak, tidak ada yang cuma rata-rata. Termasuk film ini. Saya salut dengan mereka yang membuat film ini, karena dari sebuah ide cerita nyata yang menurut saya sebetulnya susah untuk dikembangkan menjadi film, tetapi mereka bisa mengolahnya dengan baik.

Film ini menceritakan tentang usaha seorang ahli lokomotif senior (Denzel Washington) dan masinis muda (Chris Pine) untuk menghentikan kereta api tak bermasinis yang melaju dengan kecepatan tinggi. Hebatnya sang sutradara benar-benar meminimalkan science efek, jadi dia lebih suka efek-efek terjadi lebih secara real. Saya merasa tegang sekali sepanjang menonton film ini, jadi salut sekali dengan gambarnya yang benar-benar terasa real dan  efek suara yang mantap. Sy bahkan sempat berkata ke teman saya bahwa film ini bisa membuat saya takut naik kereta api..haha.

Setelah menonton film ini, saya cuma memikirkan kapan Indonesia bisa membuat film yang berkualitas dan cerdas. Bayangkan saja, dari sebuah tragedi, mereka bisa menjadikannya sebuah film seru yang sarat kreatifitas. Berarti sebetulnya para sineas Indonesia bisa punya banyak sekali ide cerita untuk dijadikan film. Kenapa harus film-film sex tersembunyi dalam film horror atau film-film cinta yang cemen (muak abis sama mayoritas film Indo saat ini). Film Indo terakhir yang saya tonton dan menurut saya bagus adalah Sang Pencerah  yang mengangkat cerita KH Ahmad Dahlan dengan gaya yang menarik. Anyway...hidup Denzel Washington =)

Pertama kali liat iklan film ini di internet saya sudah tertarik untuk menonton, baca sinopsisnya tambah bikin pengen, sayangnya di Palembang ga tayang. Fortunately pas ke Jakarta kebetulan film sedang tayang. Jadi setelah nonton Unstoppable, saya sudah nekad untuk nonton film ini. Tapi ternyata untuk menonton film ini, butuh perjuangan panjang.Tidak semua bioskop di Jakarta menayangkan film ini, di bioskop paling dekat hotel sy Teater Djakarta XXI juga ga tayang. Akhirnya liat internet, di Plaza Indonesia is showing, so sy memutuskan nonton di situ. Begonya saya malah masuk ke Grand Indonesia (ndeso banget ya ga bisa bedain mana Grand mana Plaza...hehe :malu:), pas masuk ke BLitz di GI ya jelas ga adalah ini film. Sudah berat nenteng-nenteng backpack yang isinya laptop 2kg and buku seabrek-abrek habis simposium, naik ke lt 6, terpaksa turun lagi *ampuuun dah*. Berhubung perginya sama temen, sy ga enak ama dia, ya udah sy bilang pulang aja (pdhl pengen banget nonton). Berhubung kita nyari taxi nya nyampe depan plaza Indonesia dan antrin taxi-nya panjang, kita memutuskan masuk en nonton film ini. Tapi perjuangan belum berakhir kawan, kita ga tau letak bioskop di Plaza Indonesia dimana..haha, udah nanya sama security, sudah nyari sesuai petunjuk, tetap ga ketemu  :ndeso lagi :P: Akhirnya pulaaang deeeh..hahahaa *dosakarenamembolos*

Finally malamnya Plaza Indonesia kita datengin lagi dan ketemu dimana bioskopnya :D. 

Film ini benar-benar jauh dari bayangan saya yang menganggap ini adalah film dengan format biasa dengan cerita drama. Ternyata film ini bukan film *lho??*. Mungkin  bisa dibilang lebih mirip dokumenter. Menceritakan 4 bayi dari Namibia, Japan, Mongolia, dan California mulai dari awal kelahiran mereka hingga setiap perkembangan mereka dari merangkak, berjalan, berbicara, dll. Menurut saya yang punya ide cerita benar-benar kreatif. Who doesnt love the babies anyway :) So, dengan kalimat itu saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa tanpa perlu membuat dialog di film inipun kita sudah menikmati kegiatan dan tingkah laku the babies in this movie. Hampir setiap scene membuat saya tersenyum, ketawa dan berujar "lucu bangeeet". Perkembangan bayi-bayi ini direkam sampai umur mereka 1 tahunan. Very unique movie i think. 
Film ini menggambarkan perbedaan mendasar pola pengasuhan dan pendidikan anak di negara yang berbeda. Betapa lingkungan yang orang tua bentuk lah yang membentuk anak kita nantinya. Walaupun secara kasat mata mungkin kita menganggap suatu hal terlihat salah di mata kita, misalnya di Namibia, si bayi kelihatannya dibiarkan begitu saja oleh sang ibu berbeda dengan bayi Jepang sedari kecil sudah akrab dengan segala teknologi, tetapi satu kata untuk semua itu adalah AFFECTION, the way of affection is unique :) Tht"s what I got from the movie. Sangat cocok ditonton bersama pasangan...haha, tht's wht I imagined that nite, because I saw it with my girlfriend :P


My Fav Scene : Scene dimana si Mari (bayi Jepang) sedang memainkan educational toy, dan dia ngamuk-ngamuk kalau gagal. Lucuuu bangettttt. She is my favorite baby after the moment, so cute.
Mari - Japanese Baby


mari is 4 years old now
If you want to read the interview with the parents, u can click here.




RAPUNZEL (TANGLED) 3D
Sebetulnya saya berencana untuk menonton Narnia dibanding menonton film ini karena kebetulan Narnia juga sudah release. Tapi petunjuk Tuhan tiba-tiba datang (mulai deh lebay sy muncul :P), teman saya sudah ada yang menonton Narnia dan mengatakan film itu datar-datar saja.Saya sempat ragu karena pada saat menonton Harry Potter, trailer film Narnia disitu benar-benar keren. Akhirnya malam itu saya langsung browsing buat nyari tau (ooo,,,thanks God for Google, always helping on the right time) and question is answered. Narnia is just a flat movie. So I decided to see this very long hair Lady movie...RAPUNZeL :)


Film ini sebagaimana kebanyakan film-film animasi Disney yang lain is about the fairytale dan benar-benar memberikan kepuasan pada mata..:D. Menceritakan kisah si Rapunzel, yang saya rasa kebanyakan gadis tau cerita everlasting ini, hanya saja di film ini banyak hal yang diimprovisasi tapi malah menambah menarik cerita ini. Di cerita Rapunzel yang asli, lelaki yang menyelamatkan Rapunzel adalah seorang pangeran, tetapi di film ini si Flynn Rider adalah seorang pencuri yang mencuri mahkota kerajaan, mengkhianati teman sesama pencurinya dan melarikan diri ke istana Rapunzel. Lalu ada Pascal si bunglon lucu yang jadi peliharaan Rapunzel dan si kuda Maximus yang kelakuannya lebih mirip anjing daripada kuda..hehe.Rapunzel di film ini juga lebih dinamis dan sedikit tomboy, tidak seperti di buku dongeng yang saya baca dimana Rapunzel benar-benar feminin. Di film ini si Rapunzel malah bawa penggorengan buat jadi senjatanya :D. 


And eventually, in the ending "They live happily ever after"...as always :)



My Fav Scene : momen dimana Flynn dan Rapunzel di danau melihat lampion-lampion yang dilepaskan dari istana. It;s very beautiful moment. SOoooo...beautiful, apalagi ditambah efek 3D yang menambah indah momen itu.  
                                      

Some facts about Rapunzel:

Campanula Rapunculus
  • Di beberapa negara, film ini berjudul Tangled, dari apa yang saya baca hal ini dimaksudkan supaya film ini juga bisa menarik penonton pria, karena judul Rapunzel dianggap terlalu girly,upsss...hehe.
  • Pengisi suara Rapunzel di film ini adalah Mandy Moore, so no wonder the voice is awesome :)
  • Tokoh Rapunzel juga pernah dimunculkan dalam film Shrek, tapi disitu dia menjadi karakter antagonis.
  • Kata Rapunzel berasala dari nama tanaman, karena di cerita aslinya disebutkan kalau ayah Rapunzel mencuri tanaman di halaman seorang penyihir dan dijadikan nama untuk Rapunzel, salah satu tanaman yang dianggap asal muasal nama itu yaitu Campanula Rapunculus (Rapunzel-Glockenblume) - dari berbagai sumber-



Apa Kabar Microwave saya


Tau ga apa kabar dengan microwave saya yang begitu saya bangga-banggakan di posting2 sebelumnya??
Ilang?? Rusak???? Upss...jangan negative thinking dulu ama dia.
Dia baik-baik aja kok. Cuma karena saya sedang tidak dalam mood saya untuk mencoba resep-resep baru, dia beralih fungsi. Sekarang si Mico (nama Microwave saya...baru hari ini saya namain :P), sedang beralih fungsi menjadi lemari, haha. Si Mico emang TOP BGT lah, sebagai lemari pun dia berfungsi dengan baik sekali. Buktinya setiap saya simpan donat JCo saya, Roti Breadtalk saya atau lauk kesayangan saya ga pernah disemutin. Sedangkan saya udah desperate banget kadang sama semut-semut di rumah yang mau saya taruh dimanapun makanan-makanan favorit saya tetep aja disemutin ama mereka....Dasar Semuuut!!!!!!!

Steak jam 18:30


Minggu ini saya mendapat kesempatan ke Jakarta dalam rangka dinas ..hehe. Kenapa saya ketawa?? Karena saya bukan orang yang sering dapat dinas ke Jakarta, seringnya ke Sopa, Talangjimar atau Ogan (yang saya sebutkan adalah wilayah kerja sumur minyak...hahaha). Jadi, saya lumayan excited, walaupun saya sama sekali ga tenang, coz kepergian saya ini untuk mempresentasikan tulisan saya di suatu forum skala nasional dan saya menganggap diri saya masih anak bawang banget di sini.

Sebetulnya bukan forum itu yang saya mau ceritakan, tapi janji saya sama si Eneng Yandul buat makan di tempat steak yang katanya terkenal bangettt (katanya Neng yandul ini). Akhirnya susun janji ama dia, kita ketemuan di Blok M Plaza. Berangkatlah kita dengan si Eneng dengan jemputan dari si supir (gaya yak si Eneng sekarang, di Prabu mah di cuma punya tukang ojek pribadi, di Jkt ada supir pribadi...hahaha). Berhubung kita belum ada yang pernah kesana, kita mesti tengok kanan kiri dulu nih, demi si Steak Hotel yang membuat sy penasaran.

Akhirnya ketemu deh tempatnya, tempatnya benar-benar tidak sesuai dengan bayangan saya. Saya kira yang namanya Steak Hotel itu, tempatnya lux and mewah gitu, ternyata engga,,,hehehe.Maka ingatlah pepatah "Dont Judge a Book by It;s Cover (tapi liat aja pengarangnya,,,haha)". Tempatnya simple aja, tapi kita yang datang jam 6 kurang aja udah susah dapet tempat duduk. Saya duduknya nyempil diantara 2 orang yang tidak saya kenal, walau tetep satu group ama temen-temen saya dan adeknya.

MEnaRIk!!! (or Weird??). Jadi karena mereka bukanya jam 18:30, ketika kita manggil2 pelayannya buat pesan, mereka bilang nanti mbak ya jam 18:30. Trus kita bilang lagi pesen minum aja, ga boleh juga. What??haha. Padahal kan logika saya kalau mereka catet pesenan kita sekarang, ntr pas buka mereka ga ribet lagi yak, Tapi saya salut kok ama mereka. ON TIME. Jadi tepat jam 18:30 mereka buka dan langsung nyatet-nyatet pesanan, sebelumnya mereka yel-yel dulu, hehe.

Sambil nunggu, saya baca-baca deh info di meja. Jadi Steak yang terkenal disini yang namanya "Steak Wagyu" itu merupakan steak yang berasal dari sapi istimewa. IStimewanya sapi ini karena dia diternakkan secara khusus, tiap hari dipijet (saya mauuu), tiap hari minumnya air mineral(saya mau jugaa) --> kata si Eneng diminumin Sake..haha...nais inpo gan -->menyesatkan tapi menarik, dan dibikin supaya sang sapi tidak stress (saya mau jugaaaa dibikin ga stress selalu), dan akhirnya baru dipotong untuk steak (yang ini saya ga mau :D).

Trus ada inpo menarik juga, kalau kita mention resto ini di twitter or FB, kita nantinya bisa dapat Tiramisu Classic gratis.Tuiing tuinggg...membaca sesuatu yang gratis, sinyal saya cepeeeeet banget nangkapnya. Jadi saya langsung deh menyiagakan BB saya, buka Twitter, follow resto ini and langsung bikin twit yang mention resto ini *sigap*. Pas pelayannya datang saya langsung tanya apa promo yang di brosurnya masih berlaku, ternyata iyaaa, langsung deh saya liatin twit sya itu. Yesss....dapet Tiramisu gratisss ...dan enaaaaak :) (FYI, lebih enak dari tiramisu di Hotel Indonesia yang saya makan pas makan siang). pSsttt...buat kita-kita aja ni ya, pas nyampe hotel, saya langsung unfollow resto itu di twitter saya..hehe..kan sy ga tau entah kapan kesini lagi :P

Steak-Flag nya saya simpen =)
Finally ...pesanan kita datang, pesanan saya Wagyu Steak with Mushroom Sauce (well done cooking) dan Cappucino Ice. Sumpah deh, dengan harga segitu menurut saya worthed (tapi kalau bisa lebih murah lagi mah alhamdulillah..haha). Apalagi kata si Yandul, di hotel harga steak wagyu bisa mencapai Rp. 300K. Menurut saya dagingnya benar-benar empuk dengan porsi yang benar-benar bikin saya eneg karena kenyang (seumur-umur saya makan steak, ini nih pertama kali sy ga ngabisin) dan porsi kentangnya juga besar. Jadi kenyang banget deh. Selama kita makan, pengunjung semakin ramai dan yang bikin saya heran, mereka mau-maunya ngantri sampai panjang dan memenuhi tempat itu. Sampai segitunya yaa, yaa gitu deh. Apapun itu, saya seneng dah bisa dapet sit and nyicip steak ini. Saya selalu suka mencoba hal yang baru, entah itu makanan ataupun tempat yang harus dikunjungi. So...makasih ya Neng Yanda...I likeee it...

La Isla Da Bangka


Akhirnya saya punya mood yang cukup besar untuk menuliskan record perjalanan saya ini. One of unfogetable moment deh, karena pake acara deg-degan dulu sebelum berangkat. Hampir semua perjalanan saya selalu diberi tekanan besar sebelum berangkat oleh Tuhan...dalam artian sy selalu deg-deg ser amat sangat karena saat itu saya selalu dalam posisi incharge in a job. Oh God...dont too often playing with my heart...it beats too much in such those moments :D.

Sy berangkat ke Bangka bersama 2 pren saya sesama bolangwati (nama yang diberikan oleh teman baru yang kami temukan di Bangka). Ternyata Allah benar-benar sudah mempertimbangkan penempatan saya di Prabumulih ini dengan pertimbangan sy dengan mudah bisa ke Bangka lewat jalur dekat yang pastinya ga perlu cuti asal ada Hari Kejepit Nasional.,,,,,hehe. Yups...qt kesana disaat ada libur hari Jumat, trus jadi bisa lanjut Sabtu-Minggu.
Welcome to Bangka ^_^

Day 1 :
Dari Prabumulih kita berangkat dini hari supaya bisa nyampe di Palembang pagi, berhubung ferry dari Palembang-Babel berangkat pukul 07.00 lewat pelabuhan bombaru (bener ga ya tulisannya??:P). Dari pelabuhan itu cuma skitar 1-2 jam kita sudah tiba di Smentok (udah babel tapi belum Pangkal pinang lho ya). Itulah yang diluar perkiraan sy, sy kira habis naik ferry udah deh nyampe, haha,ternyata belom. Jadi kita sama sekali ga prepare buat beli tiket terusan sampai Pangkal Pinang, cuma beli tiket ferry doang. Tapi tenang saja saudara-saudara, di ferry tersebut menyediakan penjualan transportasi darat ke pangkal Pinang, bisa dengan travel ( mobil-mobil sebangsa kijang, avanza, dan keluarganya) Rp 60.000 atau bus dengan harga Rp 35.000.
Berhubung qt sok backpacker (bukan pelit lho ya :P), kita pilih naik bus. Alhamdulillah bus yang membawa kita ke PangkalPinang tidak separah bus yang membawa saya ke PagarAlam (lain kali saya cerita perjalanan saya yang parah ke PagarAlam).

Sepanjang jalan menuju pangkal Pinang saya tak bosan-bosannya melihat kiri kanan...aaah...walaupun bukan di Belitung, saya mendapatkan aura Laskar Pelangi. Kita juga sempat singgah di tengah perjalanan, yang menurut saya harganya mahal untuk makanan dengan rasa seperti itu (???). Sesampai di Pangkal Pinang sudah lewat tengah hari, untungnya sudah ada teman saya Eru yang menunggu, senangnya,,,lumayan tenang gara ada 1 anak ini. Awalnya kita dibawa oleh si Eru ini ke Hotel di dekat alun-alun Pangkal Pinang sesuai pesanan kita (psssst...harga murah ala backpacker). Tapi setelah melihat kamarnya yang agak suram, salah satu bolangwati melupakan azaz backpackernya..hahaa...akhirnya memilih Hotel BumiAsih Pangkal Pinang yang harganya 2x lipat hotel itu. Menurut saya Hotel Bumi Asih dengan hargaRp 350.000/malam servicenya sangat memuaskan, kamarnya enak dan bersih, breakfastnya sudah tipe buffet dan stafnya ramah banget.Sangat berbeda jauh dengan Bumi Asih Palembang (not recomended at all) : suram, banyak nyamuk, staf cuek.
Hotel Bumi Asih Pangkal Pinang


Akhirnya kegiatan jalan-jalan dimulai dari 15:00 setelah kita cuma sempat naruh tas dan mandi bebek di hotel. Tujuan utama yang paling dekat :  
Museum Timah 
Wajib datang dong ya, secara kita ke Bangka salah satu pulau penghasil timah terbesar se-Indonesia, pulau yang katanya kalau diliat dari atas, keliatan bolong-bolong karena banyaknya penambangan timah ilegal yang ga memperdulikan lingkungan. Pas datang, sebetulnya museumnya lagi tutup karena perbaikan, tapi dengan mengandalkan rayuan maut, kita bsia masuk..hehe. Di Museum ini saya mengalami super dejavu...hikss...too many things remind me about mining, ada bangka bor yang seumur-umur kuliah di tambang selalu harus diingat, segala jenis mineral dan batuan....huwaaaaaaaa.....really miss mining field.

my fav picture @Pasir Padi beach
Selanjutnya kita ke Pantai Pasir Padi, pantai yang paling dekat dengan kota Pangkal Pinang. Pantai ini menurut orang bangka bukan pantai tujuan utama jalan, tapi berhubung ini perjalanan pertama kita (semoga bukan terakhir ke Bangka), kita wajib datengin sebanyak mungkin tempat yang bisa kita datengin (Prinsip hemat+kemaruk). And there we were...nikmatin senja di pantai, which remind me again about mining, karena ada kapal keruk yang nyender disana (seumur-umur saya kuliah di tambang, inipertama kalinya saya liat kapal keruk secara langsung). Ada beberapa tempat makan disana, kita memutuskan makan di Aroma Laut karena bentuknya kayak kapal,hehe. Masalah rasa?? biasa saja, masih enakan resto sebelahnya kata temen saya. Gpp lah...yang penting kita bs foto2 gaya titanic di kapal itu...haha. *Norak.com.* Dari situ baru deh nongkrong di alun-alunnya Pangkal Pinang. Asyik...banyak makanan yang dijual, trus banyak orang yang bawa anaknya buat hangout, jadi banyak adek-adek kecil lucu disana.
dARI pANTAI samPai aKhirnya Nongkrong di ALun2 Pangkal Pinang

Day 2 :
 Hari kedua saatnya untuk berkunjung ke pantai yang lebih indah dan lebih jauh lagi, Pantai Parai dan Pantai Tanjung Pesona. Pagi-pagi kita dah dijemput ama bodyguard kita, si Eru ga bisa jemput, yang jemput temennya si Yuhanda ama si Yorie (yang ternyata artis Pangkal Pinang,,,,hehe.,..artis lokal bo'). Dari Pangkal Pinang dengan ditemani lagu khas daerah Bangka yang ternyata dinyanyikan oleh band-nya si Yorie kita menuju Sungai Liat,daerah yang banyak pantai itu,perjalanan sekitar 1-2 jam. Thanks God again...Tuhan emang Keren, di saat itu ternyata ada acara pemecahan rekor MURI untuk naga terpanjang se-Indonesia....yups,,,,,kita singgah ke sana dulu deh. Mumpung mumpuuung.
Longest Dragon in Indonesia


Mie Bangka
Habis itu kita makan dulu,,,,jangan lupaa...jalan-jalan harus makan makanan khas daerah situ, ada mie bangka, es kacang merah dan mpek-mpek tak ketinggalan.
 Lanjut deh ke Pantai Tanjung Pesona. Sebetulnya Tanjung Pesona ini termasuk salah satu private beach, jadi ga bisa sembarang orang masuk, berhubung kita-kita ini amat cerdas dan ambisius, kita tetep bisa masuk. Mobil kita ngikutin mobil rombongan dinas pariwisata yang kebetulan mau masuk kesitu...hahaa....kereen. Pantainya memang bagusssss :) malah ada satu pantai yang ga terlalu komersil dekat situ, agak tersembunyi, ada vihara kecil dan pemandangan dari situ baguuuuus banget. Jadi kalau sempat, sebelum ke Tanjung Pesona sebaiknya main-main dulu ke tempat tersembunyi ini.
Tanjung Pesona Beach
Parai Bridge
Parai Beach
Pantai Parai : Ini ni pantai yang paling bagus di bangka, disini ada resortnya sekaligus, bisa untuk parasailing, banana boat dan snorkeling. Sayangnya kita ga dapet kamar di sini...T___T hiks...dari awal datang merayu-rayu resepsionis sampe hari menjelang sore, dari minta kamar yang standard sampe kita nekad mau yang suite..tetep ga dapet. Aseemmm...batal deh liat sunset. Berita buruknya lagi hari itu kita ga bisa parasailing karena arah angin menuju karang dan ga bisa snorkeling karena habis badai T___T bad news agaiiin. Akhirnya kita cuma bisa banana boat aja sambil puas-puasin berendem (dicatet ya bukan berenang) di laut. Hal yang sy suka dari Parai lagi adalah adanya jembatan menuju ke pulau kecil yang sepanjang jembatannya itu dipasangin lampu-lampu, jadi pas sore menjelang malam jadi baguuuuuuuussss banget. Membayangkan menikah disana sambil jalan gandengan ama suami menuju pelaminan di pulau itu..wkakaka. Sore yang benar-benar indah untuk menutup hari di Pantai Parai. Berhubung kita ga dapet kamar disitu kita terpaksa pulang en nginap di hotel lain..hiks...ga bisa liat sunrise.Untuk para backpackers, kalau nginep di Parai Resort kemahalan, hotel tempat kita nginap di Sungai Liat namanya Rosegarden..lumayanlah, especially pelayanannya, ramah abis dan yang paling asyik, disamping hotel ini ada tempat makan sunda dan masakannya enak. :)




menunggu travel yg lambreta
Finally...the journey end. Saatnya pulang,,,hari minggu subuh-subuh kita udah bangun nungguin travel. Dasar Indonesia yaaa, janji jam 6, datangnya jam 7 lewat...ampuuun dah. Sebel banget ama kebiasaan ngaret Indonesia dalam segala aspek. Gimana mau maju siiih kayak gini (OOT yaaa??).


Sampai di Palembang sekitar jam 12 siang dan kita memutuskan untuk massage dulu...idiiih...Saya cerita ini karena menurut saya lucu dengan kepedean kita yang kayak ga punya urat malu. Bayangin aja, turun dari ferry, nenteng-nenteng kardus berisi oleh-oleh, dengan gaya anak jalanan abis, sandal jepitan pula, kita pede banget masuk salon di mall..hehe. Jadi dengan tatapan aneh warga salon yang pada kinclong abis, kita sante-sante aja plus nitipin kardus di resepsionis salonnya.hahaha.




3 Bolangwati
Aku dan Narsisme q...
Overall,,,I love my journey,,,,in all journeys,,,whole dreams resides. Dan khusus di perjalanan ini..a bunch of thanks for my friend Eru...who introduced us to Yuhanda and Yorie...and u as three muskeeter bring us anywhere we wanted to go. This journey is nothing without u three ,,,guys...:). Adios,,,(apaan ini ??? kayaknya keren aja diujungnya dikasi adios,,he)













Eat Pray Love


Akhirnya q bisa menyelesaikan buku ini, buku yang jadi ngeboom gara-gara dijadikan film dan syuting di Pulau Bali. Menurut saya sendiri, buku ini biasa saja, hal ini terbukti dari lamanya saya menyelesaikan membacanya :D
Bagi saya, mudah saja untuk menilai apakah buku tersebut bagus atau tidak menurut saya. Jika buku itu bagus, saya betah sampai begadang demi menyelesaikan suatu buku. Tapi jika biasa saja, ya sudah, saya selesaikan saja sewajarnya.haha. Rekor tercepat saya baca buku?? Harry Potter!!!!! Buku yang tak pernah saya selesaikan??? Lord OF The Ring!!! HAHAHA,


Kembali lagi ke Eat Pray LOve, sebetulnya temanya bagus banget dan menarik menurut saya. True story tentang seorang divorced woman yang bepergian ke 3 negara dengan awalan huruf I yaitu Italia, India dan Indonesia dalam rangka menyembuhkan mental dan hidupnya.Si Elizabeth Gilbert, seperti judulnya membagi buku ini menjadi 3 bagian yaitu: Italia (EAT) dimana di negara ini dia benar-benar having fun and eating fun, India (PRAY) dinegara ini si Liz Gilbert mendedikasikan dirinya untuk belajar meditasi dan Indonesia (LOVE) , Liz memilih Indonesia karena ketika dia berkunjung ke Bali, ada seorang dukun yang meramalnya dengan tepat dan mengatakan bahwa dia akan kembali lagi ke Indonesia dan tinggal disana untuk berguru kepada sang dukun. Ketika dia kembali ke Indonesia, si guru malah sempat lupa dengan Liz. Di sinilah dia menemukan dan mempercayai cinta lagi.


Saya tidak tau apa memang gaya menulis si Liz yang kurang bagus atau si penerjemah yang membuat buku itu membosankan. Soalnya buku ini pernah masuk dalam 100 buku terbaik tahun 2006. Masalah di buku terjemahan ya seperti itu. Ketika si penerjemah kurang lihai dalam traslation, jadinya buku itu menjadi suatu hal yang membosankan. 


Learning from this book menurut saya :
Belajar untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain, mengelola perasaan, menyembuhkan perasaan yang luka  bukan dengan melupakan tapi dengan melepaskan ke dalam diri sendiri, memberikan ruang dalam diri kita untuk merasakan perasaan2 itu, lalu melepaskannya.



Dari apa yang saya dengar, katanya filmnya juga biasa saja. BUt I still eagerly to see it (syuting di Bali gitu lhoo, cukup dengan modal itu saja udah cukup membuat orang indo banyak yg pengen nonton :D). Kalau mau liat sedikit syutingnya bisa klik disini. So....let's wait Palembang Indah Mall to show this movie :) 


Kesibukan Rahasia


Minggu-minggu ini, karena ide aneh sy yang muncul tiba2, q jadi punya kesibukan rahasia..hihi. Kesibukan ini bikin sy ga konsen kerja, ga bisa tidur cepet, bentar-bentar lirik kalender, buka-buka "itu" yang sudah saya print, sampe ga sempet buka blognya yandul padahal dia suruh q buka buat ngecek tampilan barunya (hehehe..sorry ya neng), sy ga jelas banget ya. Walaupun tujuannya jelas...hihi lagi.

Seperti hari ini, pagi-pagi udah bangun (walapun ini hari libur), baca Eat Pray LOve beberapa bab, trus langsung teringat 1 hal yang belum sy tuntaskan...hehe..."itu". Sudah saya tuntaskan pun, saya langsung ga sabar buat ngeprintnya, sampe sy mikir, apa ke kantor aja ya bentar buat ngeprint doang...gilaaa...qq gilaaa. Hasilnya saya bentar2 liat di laptop, saya pandangin terusssss sambil ga sabar for the day.

Ini benar-benar kesibukan rahasia, cuma beberapa orang yang tau. Karena saya menganggap mereka orang yang wajib tau...soulmate2 saya disini hehe. Ini bener2 rahasia cuy..sampai waktunya nanti tiba2 saya update status di FB saya dan bilang .................................(titik titik).hehehe. Aaaaa..saya orangnya ga sabaran. It has been on my eyes since the idea flop out in my mind.

Doakan saja supaya dengan mulai tuntasnya hal2 penting yang saya lakukan secara rahasia itu..saya bisa konsen kerja mulai besok. :).

Apple Cake


Bangun tidur siang, badan pegel-pegel, ibu tukang pijat ga bisa datang, jadi teringat apel-apel sy yang nganggur di kulkas (coba anda fikirkan apa hubungannya kata2 dalam kalimat saya itu...hahaha :D). Ayo bikin Apple Cake!!!!!!!. Dulu pengen banget bikin Apple Pie, tapi karena sudah jam 3 sore, saya malas nyoba2 sesuatu yang kayaknya bakal lama selesai. Ada ide bikin Fried Apple juga, tapi karena pagi-pagi tadi saya sudah bikin Cempedak Goreng, jadi lebih baik bikin Apple Cake saja, sekalian buat bekal ke lokasi besok pagi. Horeee. (Recipe is based on www.resepkue.net)

Bahan :

  • 125 gr tepung terigu 
  • baking powder 3 sdm
  • 100 gr mentega (tak ada mentega, margarin pun jadi :P)
  • 100 gr gula halus
  • 2 btr telur
  • 1 sdt vanili
  • 1/2 sdt garam
  • 2 sdm selai untuk olesan
  • gula halus untuk taburan
  • 3 tetes essens jeruk
  • 300 gr apel
Sy terpaksa ke pasar dulu karena telur saya ternyata cuma sisa 1 dan sy ga punya essens jeruk + kertas roti. Niat ke pasar cuma beli itu, eh malah sampe 1 jam dan beli yang lain-lain. Please deh qq.......!!!! @_@
Akhirnya proyek dimulai jam 4 sore. UUpsss

Cara Membuat :
  • Kocok mentega sampai putih 
  • Masukkan vanili+gula sesendok demi sesendok sampai tercampur.
  • Masukkan garam + essens jeruk + telur. Masukkkan tepung sedikit demi sedikit.
  • Lapisi loyang dengan mentega,lapisi dengan kertas roti. Masukkan adonan kue, ratakan.
  • Kupas apel, belah empat, lalu bentuk kipas (sebetulnya petunjuk bentuk kipas ini menurut saya aneh, jadi potong2 biasa sajalah..hehe). Penuhi permukaan cake dengan apel. Panggang, Panas-panas olesi selai dan taburi dengan gula halus.


Note:  - Waktu pemanggangan di resep adalah 30 menit. dan seperti biasa, microwave saya tidak seperti itu, 14 menit saja sudah cukup. 1 menit begitu berarti, karena di loyang yang kedua saya set 15 menit, rada gosong dikit.hihihi...itulah memang kebodohan qqie, udah jelas2 14 menit hasilnya TOP BGT, dicobain ke 15 menit.
 - Di resep harusnya pake loyang bulat, tapi saya ga punya, apalagi yang 25 cm,,,hehe.,,,penting yak.?? saya udah bangga-bangga mau pake loyang pyrex yg baru sy beli utk microwave, apel udah ditata, pas mau masukin ke microwave ---> aseeemmm...kegedean, sebel abiss, akhirnya bongkar muat ulang, jadi pake Tupperware and Lock&Lock saya yang kecil-kecil itu...hiks..."Sesal kemudian tak ada guna,,,,besok-besok sadar dulu ukuran microwave brp baru beli loyangnya,,,," =__=


Brocoli OMelet


Thanks again buat blognya mbak dyah yang sudah memberikan banyak contekan masakan :D Q merasa masakan-masakan di blognya Mbak Dyah itu Qqie banget, hehe. Banyak kesamaan-kesamaan selera pada resep-resep yang diposting di blognya (kecuali resep-resep patin...I dont like patin).

Breakfast hari ini Q mecoba membuat brocoli omelet-nya Mbak Dyah yang ternyata enaaak banget, tentunya dengan modifikasi lagi...hehe. Kebetulan kemarin baru bikin Chicken Brocoli (enak juga, besok deh Q posting resepnya), jadi masih ada sisa brokoli untuk omeletnya.

Bahan (versi Qqie) :

  • 1 butir telur
  • 35 cc susu cair
  • brokoli sesuka kamu (soalnya Q pake sisa brokoli yg ada)
  • sosis
  • keju dipotong kotak 
  • keju parut
  • sedikit garam
Cara Membuat : 
  • Rebus brokoli dan sosis sebentar supaya tidak perlu dimatangkan lama di omeletnya
  • Campur telur+susu cair+keju kotak+sosis yang sudah direbus, kocok sebentar, beri garam
  • Tuang adonan di penggorengan yang sudah diberi margarin, setelah setengah matang, susun brokoli di atasnya, tutup
  • Sesaat sebelum matang, taburi keju =)
resep yg menyebabkanq telat ngantor hari ini =)



Nastar Keju


Tujuan utama saya membeli microwave adalah untuk bikin cookies, jadi resep pertama haruslah itu :) Jadi untuk mengetes kepiawaian microwave saya, resep yang saya pilih adalah kue kering favorit saya tentunya, dan itu adalah NASTAR =). Nastar merupakan everlasting cookies buat saya, dari zaman saya SD dimana ibu saya bikin nastar pake cengkeh d atasnya, jadi kayak buah jambu bentuknya, sampai nastar terakhir yang saya makan pas lebaran 2010 kemarin di rumah guru SMA saya. Nastar di saat lebaran itulah yang rasanya susah saya lupakan. Benar-benar yummy, yang paling saya rasakan adalah keju dan susunya. Jadi mulailah saya browsing di google mencari resep nastar yang menggunakan keju (ooooh..thanks God for Google :D). 

Akhirnya saya mencoba resep dari blognya mba Dyah,,(thanks ya mbak), dengan perubahan dibeberapa hal khususnya kuantitas dari masing-masing bahan.
 . 
Bahan :
250 gr margarin (seharusnya butter)
2.5 kuning telur
350 gr Terigu protein sedang
50 gr susu bubuk
50 gr gula halus
100 gr keju edam parut (berhubung di Prabumulih tidak ada, saya ganti dengan cheddar)

olesan:
campur 4 kuning telur dan 2 sdt susu kental manis,
atau
campur 4 kuning telur dan 1 sdt cookie glaze



Cara membuat:
- kocok butter dan gula halus menggunakan mikser sebentar saja, masukkan kuning telur satu persatu, tambahkan susu dan keju parut.
- Masukkan tepung dan susu bubuk, aduk rata menggunakan spatula atau sendok kayu
- ambil adonan sebesar kelereng, isi dengan selai nanas bulatkan lagi
- tata dalam loyang (tanpa dioles margarin supaya tidak melebar kalau dipanggang)
- olesi dengan kuning telur

Dengan bahan yang sudah saya minimalkan, ternyata tetap jadi banyak adonannnya. Sy mulai mengerjakan jam 14:00 selesainya jam 20:00 (sudah termasuk sy mandi dan shalat..hehe), pinggang sy sakit...haha. 

Lessons in my experiment:
1. Di dalam resep aslinya, seharusnya disetting dengan suhu 170 selama 30 menit. Disinilah saya menemukan kekurangan microwave sy, tidak ada setelan suhu :( yang ada adalah level daya, dan berdasarkan buku petunjuknya untuk memanggang cookies menggunakan daya medium. Ternyata dengan setelan microwave saya, tidak sampai 30 menit, nastarnya sudah matang...aaaaa....1st big mistake, jadi loyang pertama saya agak kering dibanding yang saya harapkan. Untunglah saya rajin mengecek selama dipanggang, jadi ketika sy lihat dia mulai kering di menit ke 13 sy langsung stop. Tetap aja masih ada some nastars yang too dry for me,
2. Jangan mengisi selai terlalu banyak. 
Saya sangat suka selai nanas, jadi saya mengisi selainya dengan jumlah banyak. Ternyata di saat baking, selainya keluar dan membuat nastarnya cepat gosong. Selain itu nastarnya jadi retak/pecah. Bisa dilihat di foto yang diupload.
3. Lebih baik tetap menggunakan butter, karena saya merasa ada rasa yang hilang dari nastar yang sy buat walaupun utnuk percobaan pertama ini saya puas, karena rasanya enaaaaak...hehe. 
Dengan penampilannya yang tidak menarik (karena dia agak pecah2 dan selainya muncul di beberapa nastar), saya bawa ke kantor, ternyata komentarnya enaaak.hehehe,

jangan liat rupanya, tapi rasanya, haha

Above all, sy jadi termotivasi untuk mencoba lagi dengan menggunakan butter biar legitnya terasa dan tentunya dengan porsi yang tepat biar tampilannya tambah makcling, dan pastinya improve pengaturan timer pemanggangannya. Tak sabar menunggu hari libur tiba =)  

Finally....My own Microwave....:)


Happy Happy Happy

Finally I bought a microwave. After hours squating at Hypermart and Palembang Electronic Centre, browsing hours with Mr Google dan a nite thinking which one I must buy, finally I found it...my microwavemate (kalau manusia kan soulmate :P). And so far I'm satisfied with wht I've choosen :D.
And for all microwave beginner, if you are very confused as I was, before buying this stuff and doesnt get any bright idea after browsing as I did, then I'll share here...because nobody share to me like this before.

My main purpose buying this stuff is baking...I like to try new recipes, and for all this time, I always got stuck when I got cookies, pie or cake recipes because I don;t have any oven. Tht's why I decided to have something to make it, but if I just buy oven, it would be only used for baking, so I must find an equipment with many function....(ups...Am I so greedy?..nooo, I'm just an efective woman ;)). The main purpose made my seacrhing took a long time  because most of microwave just for grills and heating, and other microwave things. I found some which can bake cookies, but they are very expensive.

So I bought LG MS2147C, so far I belive in this brand, because some my electronic stuffs are this brands (ohh please...LG doesnt pay me at all for this ad). Actually many kinds of foods can be cooked, but to make it easy I resume it by it's cooking level:

  • High : -Boil water, cook chopped meat, cook chicken or fish slice, vegetable,
  • Medium High : All reheat, Bake Meat or Birds, cook mushroom and shells, cook meal with cheesy/egg inside
  • Medium :  Bake pie&cake, egg processing,puding, rice and soup
  • Defrost/medium low : -melting whole frozen food, melting buter and choclate, cook soft meat
  • Low : Softening butter and cheese, softening ice cream

And warning for u all, don;t do this some very fool acts like I;ve done. Here are some tips for a beginner:
  • Put my cheese in the microwave in order to soften it because it's too hard out from my freeze, but I choose the wrong cooking level (actually I just realized the right cooking level when I write this posting). The result : my cheese is being a baked cheese not a soften cheese XD
  • Read carefully the dishes that u buy for your microwave, dont do the mistake like I've done, I think electric stoves is resemble fuction with microwave, but it's a big wrong...!!!!
  • Never use a metal dishes (except u have read the tag on the dishes that it's safe for microwave), because it can make a fire spark in your microwave. 
  •  Please take a look around often when you bake new recipes that you can;t make sure the exact cooking time. The estimating time in the book is sometimes different with your device. Perhaps it said 30 minutes, but in fact in your microwave is 15 minutes. It happened to me :( 
I hope my posting can help some people who has confusing moment like me. 

Dari Wii sampai Oven


Berawal dari kebosanan saya malam ini setelah berbuka puasa dan no idea to do anything, akhirnya saya putuskan untuk main Nintendo Wii...aha, kebetulan ada beberapa game baru yang belum saya mainkan. Saya memutuskan untuk mencoba game fitness saya, ternyata lumayan menarik....eheem. Saya memasukkan tipe tubuh, berat badan, tinggi badan, tanggal lahir dan tipe olahraga saya. Kemudian dari situ game ini memberikan rencana work out saya bahkan beserta nutrition plan (include recipes) dan tips-tips lain. Mulailah saya workout dan sangat menyenangkan...hehe. Lanjut saya intip-intip resepnya, dan ooow...ini dia, saya jadi mulai mencatat dan banyak sekali resep yang mengharuskan saya menggunakan oven untuk baking. 

Itulah dia....MICROWAVE OVEN...barang idaman saya berbulan-bulan ini..sebetulnya ngarep dapat kado ini pas ultah...hahaha...ga ada yang ngasi (mahal bo...). Keinginan yang menggebu selama bulan puasa, lalu sempat terpendam, akhirnya bangkit lagi gara-gara game wii yang saya mainkan. Kalau diliat dari kadar perlu, emang saya perlu ni barang, tapi diliat dari diri saya yang pembosan, saya khawatir ni barang cuma berguna di saat-saat saya excited aja. Saya fikir-fikir lagi,,,,masih kefikiran (ya iyalah..kan sy fikirin yaa...lolz). Akhirnya saya buka-buka buku budget saya, saya itung-itung utang sy (aaah,,,ketauan deh sy punya utang), saya liat-liat income saya bulan ini...hehe,,lumayan, nampaknya Allah sedang merestui, karena bulan ini saya yakin mau beli.,,,,HOREEE. 

Sudah yakin seperti itu, saya bingung lagi, mau beli merk apa ya??yang bagusnya yang seperti apa ya? Pas balik Pontianak kemarin saya sudah liat di mall, rata-rata mirowave yang dijual hanya microwave saja, tanpa fungsi Oven. Aaaah...saya mau yang 2 in 1, beli 1 dapet 2, ga rugi plus efektif :) Jadi sekarang saya masih dalam proses browsing dengan Mbah Google demi si Microwave Oven.

Rahasia dalam Hujan


Kalau saja hujan ini bisa menceritakan....
Betapa banyak rahasia yang bisa dia ungkap...
Betapa aku sering merindukan orang itu,
Karena dia sering muncul dalam hujan-hujanku
Entah berapa banyak puisi-puisi hujan,
Yang aku ciptakan hanya untuknya
Tak bisa untuk yang lain
Dalam hujan-hujanku
Betapa dulu dalam hujan dia membuatku bahagia
Betapa dulu dalam hujan dia membuatku tertawa
Dan kemudian lupa.....
Sampai hujan itu yang mengingatkan...kalau sedih ini karenanya
Karena dia lupa............
Kita tak sempat ucapkan cinta...

almost in the end of Ramadhan

Di luar hujan, dan aku sendiri. Entah kenapa, suasana seperti ini yang bisa memunculkan mood untuk menulis. Hari Minggu ...sepi..sendiri....hujan....ga perlu kerja....mau ngapa2in terserah, hal simple seperti ini saja sudah cukup untuk membuat hidup itu indah. Menulis di saat aku ingin menulis, makan di saat aku ingin makan, atau melanjutkan menonton lagi seperti yang aku lakukan sedari jam 10 tadi pagi. Dan seperti yang aku katakan pagi ini....this a very beautiful Sunday Morning.

Perhaps this Ramadhan is a bit little tough for me. Much more tough than last year, eventhough in the same town. Too much things over my control. Phisicly or mentally, the tougher one of course human things. Yaaa..Habluminannas terkadang jauh lebih susah ketimbang habluminallah. Antara aku dan TUhanku, cukup aku saja yang mengurusnya, tapi sesama manusia?? U are talking about feeling.Dilema.

Baru saja hendak menyetel lagu, ah,,,tapi merasa sayang untuk melewatkan irama hujan di luar yang benar-benar menjadi favoritku sepanjang hidup :) Cukup kesepian ini dengan suara hujan diluar bisa membuat aku menangis dengan tiba-tiba. Maaf  Tuhan....aku tak cukup baik Ramadhan ini.

The Blind Side


I just finished the movie after supper for fasting. Actually I begin the movie yesterday, but because of my busy things (tarawih prayer and watch Indonesia Mencari Bakat :P), I've to paused it while my heart says..hurry hurry..I want to finish the movie.

And after I finish this..oh no..from the beginning of this movie I;ve decided this is one of my fav movie. It was atracted me from the first. Tellling about a boy called Big Mike by people, living in bad area and caotic family, doesn;t know his dad, and he is a black skin boy.And a white couple, Tuohy couple adopted him and save him from the street.Believe his ability, give him an equality as their own children, and what the most inspired words from the movie is when people say about the boy that they have changed this boy:'s life, the Mrs Tuohys says back that is the boy who changed their life. This boy eventually become a great futball athlete.


The great thing of this movie is this is based on the true story, Michael Lewis; book. I'm really happy know about it. Knowing that there are still many people in this world care about other;s people life, whether they are in same races with us or not. Whether they are have same skin colour with us not. Whther they are in same religion or not. Family is a Family...it's life bond..not a blood bond. This movie is a movie you should not miss. I give 5 stars for this movie.


music i;m listening now : Jubing kristianto (Becak Fantasy Album) & Enya ...
waiting the office time on my bed.....

Feminin atau Feminim


Kerancuan kata-kata itu muncul di saat saya diundang makan malam bareng teman-teman saya yang mayoritas cewek. Tiba-tiba saja dalam pembicaraan yang ngalor ngidul saya menyelutukkan kata itu didalam kalimat, saat itu yang saya sebutkan adalah "feminin"..."Wah...si ini malam ini feminin ya....", Setelah itu saya disuruh ulangi lagi sama si teman itu, saya kira karena selama ini saya menderita penyakit suka menukar huruf P dan F, kesalahan saya di titik itu, hehe. Setelah saya ulangi dia tetap tertawa....wah...dalam hati saya mulai mikir, kayaknya bukan masalah huruf F nih. Akhirnya saya bilang Feminim, baru dia ok.

Hmm...namanya juga Rizki Nurhidayati, kalau saya rasa saya benar, saya ga mau berhenti disitu saja. Harus saya buktikan, karena saya yakin dengan seyakin-yakinnya dengan dasar saya sudah membaca ratusan buku (:P) saya tidak terima. Akhirnya karena tidak sabar saya pinjam BB temen saya supaya searchingnyacepet...hiks maaf saya ga da BB...hehe.Setelah itu saya benar-benar puas...langsung saya showing off gitu hasil searching syaa...hehe, At least mengurangi kerancuan yang sering sekali terjadi di sekitar kita.

Berdasarkan www.id.wikipedia.org, Feminin atau femininitas dari bahasa Perancis, femininine adalah sebuah kata sifat, adjektif yang berarti "kewanitaan" atau menunjukkan sifat perempuan. Sifat-sifat yang dimaksud biasanya adalah kelembutan, kesabaran, kebaikan, dll. Lawan katanya adalah maskulin. Istilah ini berbeda dengan "kebetinaan" (yang lawan katanya adalah "kejantanan"). 


 Jadi, kata yang tepat atau sesuai dengan kaidah bahasa adalah FEMININ. 


Selain kata ini, saya juga sangat terganggu dengan para MC yang jika memimpin suatu acara sering sekali menyebutkan "Kepada bapak Anu...waktu dan tempat saya persilakan" Saya sunggu merasa itu suatu perusakan kaidah bahasa, Kenapa waktu dan tempat yang dipersilakan????? Sungguh siapapun yang pada zaman dahulu memulai kalimat itu sangat-sangat berdosa dengan bahasa...hahaha. Masih banyak istilah2 lain yang sering menjadi rancu dalam kegiatan sehari-hari di sekitar kita. Lain kali saja saya bahas kalo rajin, berhubung saya bukan Guru Bahasa Indonesia dan nilai Bahasa Inggris saya dulu malah lebih baik dari Bahasa Indonesia...he. Tapi saya sangat berterima kasih kepada Majalah Bobo dan Almh.Ibu Aisyah yang sudah banyak memberikan ilmu bahasa Indonesia nya kepada saya sehingga saat SMA sehingga saya dengan segera terganggu oleh kerancuan-kerancuan di atas.

Egoism


Aku...selalu aku....

aku saja...untukku saja...itu kepentinganku...

Itu manusia pada umumnya....saya juga merasa saya egois, tapi saya tidak habis fikir kalau ada orang yang sangat egois. Saya selalu mencoba berpositif thinking dengan banyak hal, mencoba mencari alasan kenapa suatu orang bisa bersifat seperti itu. Tetapi ketika suatu keegoisan sudah muncul dengan suatu kemunafikan, saya benar-benar tidak bisa terima. Saya benar-benar tidak bisa terima!!!!!

Apa yang bisa kita lakukan dengan orang-orang seperti itu....
Saya selama ini selalu memegang prinsip, "jagalah aib orang lain, maka Allah akan menjaga aib kita"
Tapi saya terkadang sudah berada di batas frustasi saya.........so far, hati saya sakit, mata saya berusaha kuat menahan air mata, mulut saya mengunci diri supaya tidak berkata kasar, telinga saya sudah saya coba tutup dari mendengar kata-kata berbeda yang muncul dari cerita versi asli dan sebenarnya. Jadi....apa saya salah, jika saya nantinya harus membuka aib orang untuk menutup aib saya yang dibuat orang???






nGe-Tweet


Beberapa hari ini q lagi rada gila nge-tweet sana, tweet sini, follow sana, unfollow sini. Padahal sebelum-sebelumnya, walaupun ada account di Twitter, q paling malas update status disini (1.apakah karena emang cool? 2. Gaptek ama yang namanya Twitter?? 3. Lagi gila2nya ma FB, soalnya bisa tag foto, bahas comment sana sini, dll)  Apapun alasannnya....Twitter cuma sekedar account untuk seorang Rizki Nurhidayati yang emang kayaknya suka banget buka account di jejaring sosial trus ga jelas juntrungannya diapain setelah itu...hehehe.

Ngomong-ngomong soal Twitter, akhi-akhir ini seperti yang qq jelasin diatas tadi, saban ari, everyday or mainichi mainichi, q rajin nge tweet, rajin banget malah, di salah satu HP malah Twitternya di OL-in mulu (mumpung tuh HP bisa shortcut ke Twitter). Rasanya baru menemukan keasyikan tersendiri disitu, apa bosan ma Facebook?? Ga juga sih, buktinya qq tetep OL di FB tiap hari. Mungkin karena di Twiitter Q ngerasa lebih ekslusif...ceilaaa....Habisnya FB sekarang dah kayak pasar inpres...rame banget...en kadang jadi banyak hal yang bener-bener ga penting dipostngin ke sana. Nulis status di FB rasanya nulis buat dibaca di pasar (tapi qq tetep nulis status di FB...hehehehe...tapi statusnya jadi kayak dah di filter automatically di otak). Ketika nge Tweet, Q bisa nulis apa aja...dari hal ga penting ampe isi hati ga jelas....(lho...bukannya lebih parah dari FB??:P,,hehe..aneh ya...). Ga Tau deh...yang pasti di Twitter lebih original.

Tapi...setelah q fikirkan lebih jauh, sebetulnya Twitter itu bisa memunculkan diskriminasi dan kesenjangan sosial. Dan yang lebih berbahaya lagi narsisme seseorang benar-benar bangkit dari kuburnya...*ups*.
Contoh paling nyata adalah adanya sistem following ama followers kan. Jadi keliatan tuh siapa yang paling terkenal dari followersnya mereka-mereka, misal artis ini followernya 5000 yang satu lagi cuma 100 orang, jadi terlihat kalo dia *sekuter* (seleb kurang terkenal..hehehe). Akhirnya ni artis jadi rendah diri en ga mau gaul ama si artis terkenal atau si artis terkenalnya ga mau kenal ama yang sekuter (emang dia siapa??? haha..jadi teringat kata2 salah satu artis di infotainment mengenai seorang artis juga :P). Trus  yang *sekuter* jadi bela2in bayar orang buat follow dia gimana?? hahaha...bisa ruwet gitu kan...cuma gara2 twitter.

FYI, Barack Obama aja, followersnya 3,880,664 orang....wow...betapa mindernya saya di depan dia karena follower saya cuma 35 orang....LOL. Mau bayar orang juga q ga punya duit banyak tuh supaya follow saya. Satu-satunya jalan ya saya bikin account banyak2 trus follow diri saya sendiri. haha.

Last but not least...q hanya sedang menikmati masa-masa nge-tweet sampai tiba masa bosannya,,,,,,


Julie and Julia


Yesterday I saw a movie..."Julie and Julia". Actually the main story of this movie is very interesting for me. But the exploring of the theme is very disappointed. The interesting point is became weak and disappear. Too flat.
This movie is about 2 womans Julia Child and Julie Powell. 
Julia Child : a woman that moving to France, a housewife who learn to cook France's Cooking. A very passsionate woman (I like the way she learn cooking in scenes, especially when she learns to chop the onion:P), and she decided to make a book of France's Cooking for American Women because she thinks that's very difficult to cook france food because most of the books are in French. 
Julie Powell : a woman in America, that is looking desperate about her life and "alive" since she begin to cook. She is  a big fan of Julia Child. She decided to cook whole recipes in Julia Child's Cooking Book and blogging it everyday. 524 recipes in a year.Very interesting.
In this movie...the two woman is appeared separately. Julia Child lives in France in 1940's (I forgot the exact time) where he type her book  Mastering the Art of French Cooking  by type machine and Ami Powell lives in  our time where blogging is became habit and laptop is a commont things.

This movie is based on 2 true stories. Combination of a book "My Life in France" an autobiography of Julia Child, who introduced France Cuisine to American public, and from a blogging of Julia CHild who cooked whole 524 recipes in 365 days from Julia Child''s Cooking book. And this blogging finally was released as book "Julie & amp; Julia: 365 Days, 524 Recipes, 1 Tiny Apartment Kitchen.

Interesting story isn;t it??? When I read the root of this movie..I was very interested. If this story is explored and improved better, I;m sure it will be a great movie.

Map of My Trips

Copyright 2009 thiernaphilo. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates