RSS

Review: A Very Yuppy Wedding


A Very Yuppy Wedding A Very Yuppy Wedding by Ika Natassa
My rating: 2 of 5 stars

Buku Ika Natassa yang pertama saya baca adalah Critical Eleven, dan bukunya benar-benar terhubung dengan pembaca menurut saya. Saya saja sampe nangis bombay bacanya. Setelah itu saya baru tau ada Poll Story "The Architecture Of Love" dari teman saya dan finally baca poll story dan novelnya. Baru dari situlah saya baru baca lihat-lihat dan tertarik untuk membaca buku-bukunya Kak Ika. Padahal sebelumnya sudah pernah disuruh-suruh dari zaman kapan ya sama teman saya baca Divortiare dan Twivortiare. Tapi memang karena saya tipenya baca buku apa harus mood dulu, jadi ga bisa dipaksakan harus baca buku judul yang spesifik di saat itu juga.

Balik ke A Very Yuppy Wedding, menurut saya yang kebalik baca buku barunya dulu baru baca buku pertamanya Kak Ika, ya pasti terasa jomplang. Jauh banget feelnya, ya wajarlah ya buku pertama gitu lho. Buku tentang pasangan bankir yang sibuknya super luar biasa, yang pada akhirnya menikah dengan diwarnai konflik-konflik pacaran dan hubungan pra nikah tentunya. Di buku ini saya ga dapat koneksi dengan ceritanya, jadi faham ceritanya tapi ga dapat feelnya. Sampai akhirpun biasa saja hanya seperti baca cerpen atau novel metropop pada umumnya. No traces left in my heart. Mungkin buku ini bukan buat saya.

Last but not least, sebetulnya hal ini menunjukkan kalau kemampuan Kak Ika menulis benar-benar berkembang luar biasa dan tentu saja dengan strategi pemasaran yang out of the box sehingga kita bisa lihat keberhasilannya dalam penjualannya di buku-buku berikutnya. Btw, saya punya semua kok bukunya dan join group RH nya, jadi review ini jujur dari saya :D

View all my reviews

Review: Crazy Rich Asians


Crazy Rich Asians Crazy Rich Asians by Kevin Kwan
My rating: 4 of 5 stars

I read this novel only in 2 days. For me it was a fun reading, I enjoyed every character and followed the story smoothly. Love story between a very rich boy with a common girl is a standard, but Kevin made it different because he brings the Singapore Chinese culture and life here. It's new for me, and make it interesting. The complicated part perhaps about the family tree that will make u open the lead on the beginning page to check it for few times to confirm who is this guy, who is his mother, etc. :)

Definitely will read the next book of this series.

View all my reviews

Coincidence


Kebetulan itu berlaku ya?
Ketika sedang in progress menonton serial korea "Doctors" yang menceritakan tentang dokter bedah, eh nonton Doctor Strange yang juga tokohnya seorang dokter bedah. Rasa rasa Dejavu gitu.

Dan kemarin nonton Allied yang dibintangi Brad Pitt dan Marrion Cottilard (sumpah ni cewek cantik en bodynya yahuud banget ya, body goals gw yg ga bakalan tercapai secara tinggi gw minimal). Film ini tentang dua orang agen yang menyamar dan saling jatuh cinta. Suka sama fokus cerita film ini yang bukan kayak film-film spy action pada umumnya walau yg pada umumnya bagus juga. Film ini membuat kita berfikir pada awalnya "yaah, it's so easy, so easy, i know there must be suffering after this". Dan setelah itu gw tegang nontonnya, dan gw nangis pada akhirnya. Aahh, Marrion, u broke my heart. Coincidence nya sih menurut gw setelah itu di rumah baca Anna Karenina, nyelesein target bacaan yg tertunda, dan tentu saja pada akhirnya ni buku tragis banget, bikin hati gw perih. So..i fallen asleep in misery last night.

Jadi, kebetulan ga sebetulnya itu..?

My Mind


Kemarin waktu beli batagor, nguping pembicaraan ibu-ibu disitu. Satu ibu yang sudah agak tua menceritakan kalau asi anaknya tidak cukup dan memberi cucunya yang 2 bulan makan pisang. Saya cuma bisa merasa miris dalam hati :(, betapa pemerintah/DepKes harusnya lebih giat dan intensif lagi memberikan sharing ilmu kepada orang - orang awam, dan harus melalui cara yang paling efektif. Mungkin di sela-sela sinetron yang mereka tonton, atau di puskesmas/bidan langsung setelah mereka melahirkan, mengenai ASI ekslusif dan MPASI mulai kapan dan apa saja yang diberikan. Kita sangat beruntung bisa mengakses informasi yang sangat luas mulai dari dokter yang bisa ditanyai kapan saja, akses internet yang bisa digoogle dimana saja, dan buku-buku yang bisa kita beli dengan mudah.

Review: Liesl & Po


Liesl & Po Liesl & Po by Lauren Oliver
My rating: 4 of 5 stars

This book is telling about a friendship between human (Liesl) and spirits (Po). Po helps Liesl to convey her messages to her dad who passed away and help her to manifest what her Dad wants after his death. And also there is a evil step mother in the story. A witch. A good man. And..an evil lady.

I like the idea of this book and I enjoy the story, I think the author can improve the story more . It's too short for a novel with a great idea. it can be much more better if there's more ilustrations and It will be great if they bring this to a movie :)

View all my reviews

Iyhe dan Siri

Jadi ceritanya Si Iyhe ini suka banget mainin hp saya. Karena hp nya saya lock, jadi dia cuma bisa mencet-mencet tombol Home dan berhubung si iphone ini kalau kondisi terkunci dan dipencet tombol Home nya otomatis terhubung ke Siri. Si Siri ini suka ngomong sendiri nanyain apa yang bisa dibantu dsb. Mendengar ada suara seperti itu, Si Iyhe yang baru bisa ngomong super terbatas, biasanya cuma balas pake bahasa planetnya yang tidak dimengerti oleh Siri. Tetiba subuh tadi si Iyhe ngomong bener dong ke Siri, bilangnya "Daddy...Daddy".
Trus jawab Siri apa?? "I dont know who your Daddy is"

Maknya yang dengerin di belakang ngakak. 

ShopBack-in Aja



Sebagai ibu-ibu, diskon itu merupakan salah satu faktor penting dalam berbelanja. Begitu juga saya, kadang dari yang awalnya ga niat beli, eh liat promo, ada diskon jadi beli. Apalagi kalau sudah niat beli, wah tambah banyak beli pas liat diskon, hehehe. Dan itu semua jadi lebih mudah sejak ada internet, belanja online jadi sesuatu yang memudahkan working moms yang kerjanya mostly depan komputer atau ibu rumah tangga yang sering mantengin smartphone (working mom jg mantengin hp mulu sih ya :D) , malas gerak ke toko nyari-nyari barangnya, belum pasti pula dapat barangnya. Tambah lagi bawaannya pengen main aja dirumah sama anak, jalan macettt, cucian banyak, bla bla bla.

Trus gimana kalau sudahlah ada diskon, eh dapat cashback pula setelah belanja. Luar biasa kaan?? Emang bisa? Emang ada? Online gitu? Bukan hoax?

Jadi saya beberapa waktu lalu mengenal yang namanya ShopBack. Suatu situs yang berfungsi seperti pintu kemana saja (kayak Doraemon aja ya), ketika kita masuk ke situs ini kita bisa berbelanja ke berbagai macam website e-commerce dan toko online favorit kita dengan berbagai macam kategori (travel, fashion, elektronik,dll). Kita tinggal memilih toko online yang kita mau, misal Lazada, klik dan login langsung dari shopback jangan buka tab baru tapi yaa, kemudian lanjut belanja dehhh apa yang kita mau. Keuntungannya apa? Keuntungannya setiap kita belanja apapun dari Shopback, kita dapat cash back yang bervariasi tergantung kebijakan toko-toko online yang kita pilih. Uang cashback tersebut akan tersimpan di saldo Shopback kita dan ketika jumlahnya mencapai 50 ribu rupiah, langsung bisa ditransfer ke rekening bank kita deh :) Mudah kan???


Menarik banget kan kalau liat gambar di atas, saya sudah mendapatkan shopback total setengah juta sendiri tuh dari hasil belanja-belanja online yang sering banget kita lakukan. Dan beneran uangnya ditransfer ke rekening yang saya daftarkan di akun shopback saya.

Mau lebih seru lagi, pada tanggal 9 September – 10 Oktober 2016, Shopback mengadakan Pesta Cashback Nasional, dan tanggal 19-23 September ini saatnya Mom, Baby & Travel Fair dimana kita bisa mendapatkan ekstra diskon s.d 15% dan Cashback S.D 30% khusus untuk produk Mom and Baby yang bekerja sama dengan Visa (double2 ya untungnya Moms). Berhubung saya seorang emak-emak yang suka travelling, pemegang visa dan hobby belanja, jadi kayaknya emang sesi saya nih buat belanja. Kebetulan banget saya punya voucher blibli.com, iseng-iseng cek barang yang diincar buat baby saya, sipp, ada sepatu lucu buat si ganteng, akhirnya login dari shopback (jangan lupa masukkin 6 angka kartu visa kalau punya biar cashbacknya nambah), login di blibli, masukkin kode kupon yang kita punya, voilaaa....harga sepatunya jadi muraaahhh (lebih murah lagi jika dikurangi cashback yang didapat nanti, hehehehe)

 Jadi gimana Moms? Menggoda banget yak, apalagi sekarang prinsip belanja harus belanja hemat dan belanja cermat. Kenapa engga kan kalau sambil belanja keperluan yang kita butuhkan, kita dapat cashback lagi setelah itu,apalagi sekarang banyak toko-toko online yang sudah membebaskan ongkos kirim (tambah rajin ya belanjanya :P). Keuntungan paling mudah di shopback ini, baru daftar aja, kita sudah diberi bonus saldo di akun kita dengan nominal tertentu, trus kalau kita berhasil mengajak teman kita mendaftar, kita dapat bonus saldo lagi. Wow..wow..wow. Bagi yang berminat join di Shopback ini, hubungi aja saya yaa, nanti saya kasi link reference-nya, biar kita sama-sama untung, hihihi.

“Belanja Cermat dan Hemat? Shopback-in aja!”

Review: Semata Cinta


Semata Cinta Semata Cinta by Chacha Thaib
My rating: 1 of 5 stars

ga tau kmrn beli buku ini kenapa ya...

Ceritanya tentang hubungan dua orang LDR dimana sang cewek belum bisa berkomitmen secara penuh. Intinya cerita cinta lah ya. Tapi menurut saya ni cewek lebayyy banget, Jkt-Bandung gitu lhoo, dah kayak mau kiamat aja. Pas lagi dapet aja pengennya dielus-elus perutnya ama cowoknya (what?!!) Secara saya LDR dari zaman pacaran ampe menikah dan punya anak (curcol) ga sampe segitunya juga keless. Intinya si penulis kurang mendalami dalam penyusunan cerita sih menurut saya, biar lebih acceptable jauhin dikit kek LDR nya kalau memang mau membuat si tokoh wanita ini terasa penderitaannya. Gaya penulisan juga ga menarik menurut saya, di awal baca uda pengen ga ngelanjutin aja. Cuma saya orangnya ga suka nanggung, ya udahlah ya dipaksa-paksain selesai. Not recomended to read IMO, sorry.

View all my reviews

Blessing


There must be something Allah prepares for us in everything He decides. 

And now I realize one of the big blessing I get in my moving to Jambi is I can drive by my self, totally without my husband from home to the mall. 👏🏻😆😆😄😄. 

Actually i drove couple times to mall or office but with him beside me (he enjoyed  it because he could play his game while i was driving, grrr). But today, i encourage my self to try it. Kapan lagi?? Ntr ga bisa2. Mumpung di Jambi, bukan di Jkt 😆. 
 So...proud of my self today, no GpS pula. Yakin di jkt ga bakal berani. Kalau dah lancar sendiri di sini, pas pindah jkt, jd terbiasa dan berani insya allah :) thanks God. Keep protecting me, ok. 

*writing this while waiting 3 Srikandi begin*


Hijrah Kembali


Setelah 3 tahun kami menetap di Jakarta, akhirnya Allah menakdirkan kami untuk hijrah kembali. Jujur, ga menyangka kalau penempatan di Jkt bisa secepat ini, ya saya sudah memperkirakan saya tak akan selamanya bisa di ibu kota, tapi mikirnya at least 6 tahun lah baru pindah kembali. Ternyata kehidupan memang tak pernah sesuai rencana. Tidak ada reorganisasi tetapi keputusan pembesar bisa mengubah hidup banyak orang lain yang berada dibawahnya. Semua Asset diminta kembali ke assetnya masing-masing dan asset saya berada di Jambi. Maka disinilah kami sekarang, kembali ke bumi Sumatra setelah dulu 6 tahunan di Prabumulih.

Jadi bagaimana perasaan saya di Jambi?? Masih homesick :( Dulu pindah ke Jakarta mah ga da homesick2nya sama sekali karena pindah ke rumah sendiri yang notabene rumah milik sendiri pertama dalam hidup. Rasanya bahagia sekali menata-nata rumah. Saya masih kangen crowdednya Jkt, saya kangen naik commuter line biarpun sesak gitu, dan yang paling ngangenin itu adalah lingkungan rumah. Rumah Pelangi homy sekali, dengan tetangga saya dan satpam yang dah kayak keluarga, saya ngerasa aman dan nyaman banget ninggalin anak saya. #curcolabis

Disini kita ga dapat rumah dinas karena komplek penuh, hal itu malah saya syukuri luar biasa melihat kondisi rumah dinas disini menurut saya jauh dibawah Prabu *omg*, jadi saya bisa cari rumah sendiri dengan lingkungan yang sesuai dengan yang saya inginkan. Alhamdulillah dapat rumah di komplek yang asri, at least si Thierra bisa jalan-jalan sore enak dan aman karena sistem tertutup. Kemarin dah mulai kenal-kenalan akrab ama tetangga biar betah. Yang pasti disini kita hidup minimalis, males ngisi2 rumah supaya ga repot pindahan, hahaha (masih ngarep bakalan balik ke JKT A.S.A.P). 

Biar ga sedih senangnya di Jambi itu:
  1.  Rumah - kantor deket, ga sampe 15 menit. Jadi biasanya jam 6 berangkat dari rumah, sekarang jam 6 baru bangun. Bisa main dulu sama Iyhe, kadang bisa ke pasar dulu belanja sambil cari sarapan.Bisa bikinin Iyhe sarapan atau makan siang dulu
  2. Istirahat bisa maksi di rumah, pulangnya masih bisa lah molor-molor dikit, hehe. Kalau Iyhe bobok, maknya bisa boci2 cantik sebentar sebelum balik kantor lagi :)
  3. Puas makan pempek. I love pempek alotz laah, jadi hampir semua pempek yang well known kita cobain ga sampe seminggu sama si Mas, hehehe
  4. Dendeng batokoknya yang di Pusako Duo bikin nagihhhh. Nyam.
  5. Hemat kali ya, ga sering nongkrong di kafe ngopi, ataupun jalan2 ngemall tiap hari Jumat siang kayak di Jkt, hahaha. Jumat siang pengennya pulang tiduuur. 
  6. Ga macet....dengan catatan Jambi tuh kadang macet juga (walo jarang sekali), lebih ke karena orang-orang ga taat aturan. Lampu merah mah diterobooosss, belok-belok ga pake sein, ampunnnnn, anak kecil bawa motor liarrrr banget :( 
  7. Sore sampai rumah tuh badan masih seger, ga exhausted kayak di Jkt, sampe rumah bisa ngajakin Iyhe jalan2 ke taman, main, trs kadang jam 8 malam jadi bingung mau ngapain, haha.
  8. Ada tempat senam dekat rumah!!!! Yeayyy, ini yg paling yeay, mau mulai ikutan Yoga atau Zumba lagi (walaupun dah sebulan disini belum terwujud, lol, banyak nunda). 
dan selanjutnya...dan selanjutnyaa.... welcome to Jambi... (while praying back to jkt :P)



Review: The Time-Traveling Fashionista On Board the Titanic

The Time-Traveling Fashionista On Board the Titanic The Time-Traveling Fashionista On Board the Titanic by Bianca Turetsky
My rating: 3 of 5 stars

This book is about a girl who loves vintage fashion so much and one day got an invitation to a vintage sale. In this sale, she tried a dress which bring her to the past on board the Titanic and trapped in a famous actress's body "Miss Baxter", the owner of the dress she wore. And,.the adventure began,,,

I love the idea about the time traveller and in this book it's related to fashion that makes it more interesting for us Girl. But, unfortunately the choosing of 12 yo girl is not suitable I think for the story, I my self prefer Louise as a 17yo girl, not too young but not too old for a girl to be crazy of fashion and also trapped in Miss Baxter body because from what I've read, Louise has a very mature and growing mind as a Miss Baxter.

Love the ilustration along the story. i do hope the colour of the ilustration is matched with the description as the author imagination because I just saw PINK ( I know, it seem it's the theme colour for this book, because I saw green and purple for other books), but it will be much more better when we can see Lucile dress as beautiful as the author told us on the story :)

Will I read the next books? Yes if I get them free or in discount price :D

View all my reviews

Review: Inteligensi Embun Pagi


Inteligensi Embun Pagi Inteligensi Embun Pagi by Dee Lestari
My rating: 3 of 5 stars

3,5 stars

Hmmm..better than Gelombang, tetapi tetap saja masih banyak missing spot or feeling. Kayak ga klik aja gitu. Seru tapi dalam membangun keseruannya di novel ini Dee terlalu banyak memaksakan istilah-istilah yang malah bikin kita njlimet dan bingung, jadi keseruannya lepas sebentar dan harus dibangun lagi. JIka memang belum bisa seperti J.K Rowling yang biarpun pake istilah-istilah ga lazim tetapi kita tetap menikmati, mungkin lebih baik disederhanakan seperti Tere Liye di buku serial Negeri Para Bedebah. I enjoyed that book alot.

Sayangnya di buku yang katanya terakhir ini, dimana semua tokoh berkumpul, malah akhirnya masih pending dan menggantung, masih ada yang harus dituntaskan. Udah kepanjangan mbak Dee, masa masih berencana bikin satu buku lagi tentang Peretas Puncak si Permata. Yah dan sampai buku terakhir ini saya juga masih tidak memahami sepenuhnya cerita tentang peretas, infiltran dan sarvara ini,terlalu banyak yang tidak masuk akal (walaupun ini fiksi yaa tetap saja kan tidak masuk akalnya harus bisa diterima). Anyway, saya baca buku ini karena sudah nanggung baca dari KPBJ, Akar, dst. Kalau engga, mungkin ga baca.

View all my reviews

Review: Yummy Tummy Marriage

Yummy Tummy Marriage Yummy Tummy Marriage by Nurilla Iryani
My rating: 3 of 5 stars

Ringan dan enak dibaca. 3,5 bintang dari saya.

Membaca buku ini serasa membaca kehidupan suami istri kita sehari-hari, dekat dengan kita. Walaupun saya ga sesering tokoh di novel ini ya masak buat suami (serignya suami yang masak kalau dia lagi off), dan saya juga ga sampe numpukin tagihan cc (walau hobby belanja online nya sama :D)

Paling asyik di buku ini diselipkan resep-resep yang dibuat oleh para tokoh, coba kalau dilengkapi fotonya, lebih bagus lagi. Jalan ceritanya sih memang sangat mudah ditebak, bahkan endingnya persis yang saya fikirkan, tapi ga rugi kok baca novel ini buat merileks kan fikiran :)

View all my reviews

Review: Gelombang


Gelombang Gelombang by Dee Lestari
My rating: 3 of 5 stars

Cerita tentang Alfa ini lumayan menarik karena banyak hal-hal tentang adat Batak yang membuka wawasan dan perjuangannya di Amerika. Hanya saja saya mulai bingung ketika dia sudah memasuki alam mimpi dan wilayah Asko nya. Sumpah susah banget untuk mewujudkannya di fikiran saya seperti apa Alfa yang tercerai berai wujud fisik tapi masih bisa berfikir merasakan dsb. Gw bego disini. Trus ga habis fikir kenapa para peretas harus amnesia berulang ulang. Menurut saya Dewi Lestari kurang berhasil dalam menyampaikan dan menggambarkan hal-hal yang dirasakan penulis ke pembaca. Saya pusing en ga dapat feelnya. Tetap lebih suka Partikel dalam hal penceritaannya, di Partikel banyak hal scientis dan mistis tetapi bisa disampaikan dengan alur menarik dan membuat saya terbawa ke dalamnya dan seru.

Anyway, Siap untuk melanjutkan ke Intelegensi Embun Pagi, semoga memuaskan dan tidk mengecewakan di penutupnya

View all my reviews

Review: Piano Hutan vol. 25

Piano Hutan vol. 25 Piano Hutan vol. 25 by Isshiki Makoto
My rating: 3 of 5 stars

Actually I'm disappointed why this volume is not the Final Vol. I think 25 is enough. Kai has been a world pianist, and it;s getting boring and boring if the mangaka continue it.



View all my reviews

I love Indonesian Movies


Senang ya sekarang liat perkembangan film Indonesia. Benar-benar tumbuh dan kita sebagai penikmat film jadi punya banyak pilihan karena sekarang genre nya benar-benar variatif. Saya malah sekarang lebih mengutamakan nonton film indo dulu yang saya target ketimbang film luar. Alasannya selain nasionalisme, karena kalau film luar kan gampang aja nyari bajakannya. Hahaa. 

Terpengaruh sama si mas tarizsolis reviewer film itu, marilah qt memberikan nilai film-film Indo yg brp bulan terakhir ini saya tonton (bioskop lhoo yaa bukan bajakan):

Single (3/5) : lucuu sih. Tapi kadang ngerasa nanggung. Trs pemilihan Pandji sbg temannya si Radit agak2 ketuaan, jd ga cocok kesannya. Yang membantu ngedokrak ni film menurut saya si Babe Cabita ( ama soundtracknya tentu aja yang dapet bgt) 

Ngenest(3,5/5) : Buat ukuran pemula kayak Ernest, ni film dah ok bangetx khususnya utk nilai yang diangkat. Morgan oey sebagai temennya Ernest juga oke bangetlaah (kokooh q padamuuu), dan tentu aja soundtracknyaaa ituuuh looh q sukaa. 

Komedi Gokil (4/5) : ni pilem emang gokil, jangan bawa anak2 kalau nonton film ini walaupin namanya komedi. It's totally vulgar comedy. Konsepnya mengingatkan saya komedi ala2 Warkop DKI, secara kita tau ada Indro ikutan main disini. Melihat kesuksesannya, ga salah deh skrg dah mau keluar lagi Komedi Gokil 2. 

Surga yang Tak Dirindukan (4,5/5): sudah baca novelnya waktu kuliah. Tapi ketika difilmkan dan diperankan dengan sukses oleh Laudya Cintya Bella dan Abang Fedi Nuril, saya nangis lah dengan suksesnya. Hehe. Aktingnya Ralin syah juga top abis. Intinya kelar nonton film ini saya benci abis ama bang Fedy. 

Air Mata Surga (2.5/5) : biasa aja. Alurnya agak gimana gitu menurut saya. Yahh gt deh. Ga meninggalkan banyak kesan.  

Ketika Mas Gagah Pergi (2.5/5) : Diangkat dari novel favorit saya masa SMA, Ketika Mas Gagah pergi ternyata mengecewakan. Pemeran Mas gagahnya ngebosenin., bikin akyu ngantuukkk. Sayang banget film yang bela-belain dibikin dari hasil sumbangan sukarela masyarakat ini ga bisa menggebrak. Padahal basis fans novelnya banyaakk, tapi finalisasi film kurang :( Yang mengecewakan lagi ternayat ini part 1, sayang yaa, novel drama gini di bagi dalam 2 part. Berharap sama si Masaid yang ganteng aja deh untuk ngangkat film ini di Part 2 nyaa.

Talak 3 (4.5/5): Hanung emang salah satu sutradara favorit deh, di film ini dia bisa membawa paket lengkap komedi dan drama yg ga ngebosenin. Saya ngerasa pengen tetep mantengin berantem2nya si Bella ama si Vino, cintanya si Reza ke Bella, en gokil2nya pemeran pembantu khususnya si Dodit Mulyanto. Top. 

Surat DaRi Praha(5/5) : Awalnya nonton film ini cuma karena baca twitnya Mas Tariz, sumpe ni film di luar radar gw, kurang promosi deh ni film, padahal ketika dah nonton. Wow, amazing. Dalem cyiinnn. Ini film indonesia rasa hollywood. Aktingnya Julie Estelle raisinh up deh disini. Film ini bisa menyampaikan perasaan ke penonton ditambah musik dan lagi yg luar biasa (baper baper deh loo, glenn fredly gitu lhoo). Dan pada akhirnya saya penasaran dengan endingnya, jenis cinta apakah diantara Julie dan Tio Pakusadewo.

A Copy Of My Mind (3/5): Walaupun banyak yang muji ni pilem, menurut sy ni film biasaaaa aja. Emang sih ada beberapa part yang menurut eike dapett gitu feelnya, tapi tetap ga sampe bikin ni film luar biasa (luar biasanya sih di adegan ehem2 yang sangat jarang muncul di film indo,hehehe). Serasa nonton film dokumenter ada juga menurut saya. Ditambah lagi ending yang ga happy bikin aku jadi hampa :(

Pesantren Impian (3/5) : Diangkat dari novelnya Asma Nadia, berharap sebagus Surga Yang tak Dirindukan. Saya sampe nonton premiere nya ni film, lumayan lah ketemu ama Asma nadia, Fachri Albar, Prisia Nasution, dll dengan modal 50rb (padahal biasanya di CGV nonton bayar 90rb). Cuma sayang sekali, ketegangan dan alur yang dibangun denagn bagus di awal grafiknya menurun, ga klimaks, banyak yang ga dapet asal templok2 aj, sehingga banyak menimbulkan pertanyaan. Tambahan pula beda jauh dengan novelnya yang mana kalau di novelnya masih dapat alurnya yang ga rancu. Bisa diperbaiki sih dengan melanjutkan Pesantren Impian ini ada part 2 nya, karena masih banyak banget yang bisa di gali. *maunya saya*
 
Casino King part 2 (4/5) : Nonton ini sebetulnya karena sudah terlanjur nonton Part 1 nya dan karena saya emang Stand Up Comedy lover, dan kalau ngeliat part 1 nya kan rada mengecewakan karena banyak lawakanatau dalam bahasa kerennnya Stand Up itu punchline2 yang nggantung. Jadi ga terlalu berharap banyak. Tetapi ternyata yang Part 2 ini jauh lebih ngena and bikin ngakak. Wajarlah mereka meraih 1 juta penonton dalam 1 minggu :D . Kalau liat endingnya bakalan ada part 3 niii, sayang Agung hercules dan Nikita Mirzaninya dah mati di part 2 ini, kan lumayan ngeramein cerita :D. Scene favorit :
1. Scene di mana Agung Hercules sebelum meledak helicopternya, sumpah kocak banget denger dia ngomong padahal di seluruh scene yang lain cuma ngomong bahasa alien dimana cuma Dr Pandji yang ngerti. ROTFL
 2. Scene Isa Bella mati dengan iringan lagu Isabella
 3. Scene ngeces liat bodynya Prisia Nasution pas fighting (maksudnya gw yang ngeces..pengeen..LOL)

Waalaikumsalam Paris (4/5) : Nonton film ini karena baca sinopsisnya makanya tertarik, karena dari segi pemeran, saya ga suka sama Velove.. Kalau sama Nino Fernandez ok laah karena perannya di seri 99 cahaya dan Bulan terbelah.Ternyata eh ternyata aktingnya Velove sangat membuat ni film menarik. Jalan ceritanya pas, ga lambat, ga ngawur atau berbelit-belit. Komedi dan dramanya dapat plus learning point aka hikmah buat penonton tersampaikan. Lokasi film yang indah banget juga menambah kesenangan buat mata :)

Woww...bangga sama film Indonesia, apalagi ditambah film-film yang sudah go Internasional kayak The Raid 1 dan 2 (saya nonton The raid 1 di bioskop Palembang dimana penontonnya pada tepuk tangan setiap Iko selesai fighting dan menang, hahaha). Sudah banyak kemajuan dan sekarang ga cuma nunggu-nunggu release film Hollywood, tapi juga film nasional.
Next ga sabar nunggu film - film berikut nii
- Habibie 2
- AADC 2
- Sabtu Bersama Bapak
- Love Spark in Korea
- Get Up Stand Up
Pantengiinnn Kuy








Baby box, berguna ga sih?



Ingat ingat awal hamil, mak satu ini ngidaaam banget dah punya baby box aka baby crib. Terus banyak yg bilanh baik langsung maupun dunia maya, ga guna ah punya gituaan. Useless plus mubaziiir. 

Terus setelah thierra 9 bulan sekarang, kalau ditanya ke saya berguna ga sih? Buat para calon ibu di luar sana yg ngegalau beli apa engga, kalau menurut saya mah, kalau ada uangnya, beli ajaaa. For some reasons, it helps me lots. 

Buat bobok malam? Hehehe. Waktu hamil saya kan planningnya mulai 4 bulan Thie boboknya di cribs tuh, memang bisa di jalankan sih selama bbrp waktu, trs siapa yg menggagalkan? Saya sendiri, haha. Fyi, sebagai mak2 bekerja di siang hari, saya merasa waktu saya dengan anak sangat sedikit, pagi palingan dari  jam 4 subuh dia bangun sampe jam 6 saya berangkat. Terus jam 17an deh pas pulang kantor. Nah, dari situlah saya  merasa kurang puas, buat menambah kepuasan saya itulah Thie pindah lagi bobok sama saya biar bs sy peluk2

Jadi kapan dong bergunanya? 
Saya pernah mengalami masa kekosongan ART selama 1 bulan. That was the time the crib helped me. Ketika saya mau mandi subuh2, shalat, siapin barang-barang Thie, masak, dll, disitulah Thie diamankan. Saya bayangin kalau ga da baby box, ga da orang lain di rumah yg bisa ngawasin dia, masa saya geletakin di tempat tidur,kalau jatuh mak, penyesalan seumur hidup. Alhamdulillah si  Thierra ini kalau dimasukin box, puterin mainan gantungnya, anteng deh ngeliatin mainan. Cuma harus sering2 liat ke box buat muter kunci mainan gantungnya karena masih kunci manual. 😁😁😁.

Masih tetap terpana kalau liat manan gantung di boxnya


Trus berguna juga kalau mau berduan en mesra2an lah ama suami, taruh aja tuh baby bobok di box, jangan sampe setelah punya anak ga da quality time lagi lah ya. 

Yang terakhir ga bikin kita ribet pasang kelambu gede di kasur gede. Ketika baby dah mulai gedean kan ga bisa pake kelambu kecil lipatnya dia itu kan, kalau ga pake kelambu, was was juga ketika musim nyamuk pada keliaran. Akhirnya sy pernah beli kelambu Javan modern itu, pasang di kamar. Bagus dan aman sih modelnya, tapiiiiiii..bikin sumpek kamar yang uda sempit (maklum kamar saya mah cuma berapa atuh, berapa kali berapa kejeduk dah ama tembok). Akhirnya tuh kelambu dilelang dah di ols, dripada nyampah di kamar. Kelambu di box itu membantu, taruh baby di box, kelambunya dah ada, kitanya ga sumpek 😆

So.... Berguna tidaknya tergantung keperluanlah ya, guna ga guna gitu deh 😊. Sampe di www.whattoexpect.com aja ga ngasi kesimpulan tuh sebaiknya baby bobok ama kita atau di box, cuma dikasi pro and contranya aja. So it's all back to you beibz 

Waktu

Barangkali, ada yang pernah atau sedang kita sesali: hal-hal yang yang kita fikir lebih baik tak usah terjadi. Segala sesuatu yang selalu membuat kita berfikir tentang waktu, ibunda dari semua peristiwa, seraya mencari-cari cara terbaik untuk melupakan semuanya. 

Barangkali, ada hal-hal yang membuat kita murung: sisi gelap yang menguasai fikiran dan perasaan kita dengan pertanyaan dan kecemasan kecemasan. Tentang semacam apakah kesedihan manusia paling menderita sedunia? Tentang mengapa sejumlah pertemuah harus terjadi? Tentang mungkinkah waktu diulang kembali agar kita bisa melewatkan hal hal yang sesungguhnya tak pernah kita inginkan? Tentang bagaimana melupakan semuanya tanpa rasa sakit? Tentang adakah cara menemukan pemaafan untuk sebuah penyesalan?

Kita harus membunuh percakapan percakapan semacam itu!!! 

Ditulis ulang dari buku "Rumah Tangga" karya Fahd Pahdepie hal 30

Map of My Trips

Copyright 2009 thiernaphilo. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates