RSS

JAPAN TRIP DAY 1


Tulisan ini dibuat di bulan September, padahal jalan-jalannya bulan Maret, wow..pemalas sekali diriku, hahaha. 
Up in the sky of Tokyo

Penerbangan ke Tokyo kami pukul 04:40 pagi, so dengan segala kengantukan tapi exited, kami berangkat. Pengalaman pertama saya dengan Malaysia Airlines, dan mungkin bukan yang terakhir. Surprisingly, saya menikmati, khususnya makanannya, jauh lebih enak daripada Garuda. Kami transit di Malaysia, tetapi tidak lama, hanya cukup buat kami pindah terminal di bandara Malaysia, lalu langsung terbang lagi ke Tokyo. Penerbangan KL - Tokyo tentunya lebih membosankan buat Thierra, alhasil dia lebih memilih baring di lantai pesawat daripada di pangku :)). Untungnya jauh sblm penerbangan saya sudah bookseat dan memesan baby meal terlebih dahulu, sehingga semua penerbangan kami mendapat kursi paling depan yang lebih lebar tentunya. Basinet disediakan, tetapi berat Thierra ternyata sudah melebihi batas aman penggunaan bassinet. Ya sudahlah, let him enjoy the airplane's floor, lol. Ada 1 pramugari (senior kayaknya) yang luar biasa care nya sama kita, menanyakan apakah saya nyaman, mengisi botol minum Thierra setiap kosong dan saya diberi jatah makan lebih dulu karena katanya supaya bisa gantian dengan suami menjaga anak. Thumbs up for you Mam.

Landing Finally, anaknya tepar bobok :D

Pesawat mendarat menjelang pukul 7 malam di Tokyo, agak molor dari rencana di itenary, lalu foto-foto dulu dan rencana makan malam di bandara kita gagalkan. Rencana kami untuk mengirim koper langsung ke Osaka pun batal karena kondisi peak season, mereka tidak bisa menjanjikan koper tsb tiba dalam 1 hari. So, geretlah koper gede itu kemana-mana :)).  Setelah beres menukar JR Pass dan membeli IC Card (Suika), kami langsung cuss naik Narita Express (NEX) ke Tokyo Station ( free  kalau pake JR Pass). Sesampainya di Tokyo Station, karena uda capek ngantuk dan malas contact-contact hotel (sebetulnya hotel kami menyediakan shuttle bus), langsung deh naik taxi. Ngomong-ngomong soal taxi, tentu saja kami naik taxi dengan level kesadaran siap-siap mahal yes, haha, tapi tetep shock juga liat argonya yang melaju begitu cepat, rasanya setiap drivernya ngerem, argo naik. Jarak stasiun - hotel yang lbh kurang 10 menit (sudah termasuk lampu merah beberapa kali) charge taxinya sekita 170an yen (nyaris 200rb yak). Di Indonesia paling mahal 50rb,hahahha. Tetapi yang bikin salut memang driver taxinya super rapi, dengan jas , dasi dan tentu saja service excellent serasa itu supir pribadi bangsawan dan gw bangsawannya :D

Foto Wajib !!!
Kami menginap di Toyoko -Inn Tokyo Eki Shin Ohashi Mae. Proses check in lancar, di meja resepsionis disuruh ambil perlengkapan buat cewek, ada pouch lucu isinya kosmetik dan perlengkapan mandi gt deh, yang bikin kaget mereknya ShiSeido yang notabene merk mahal di Indo, wih, pdahal kita nginapnya bukan di hotel bintang tinggi tuh :P, ada juga sisir dan ikat rambut. Benar-benar perhatian luar biasa ke sesuatu yang kecil. Salut lagi. 

Makan malam pertama kami di Jepang akhirnya onigiri salmon yang warbiasak enaknya, hapus sudah jalan-jalan seputar hotel dari itenary malam ini. Kami hanya ingin tidur!!!


JAPAN TRIP - PROLOG

Ketika menulis postingan ini, saya teringat postingan lama saya ini. Bener ya apa yang kita harapkan dengan sungguh-sungguh, satu demi satu terwujud kadang di waktu yang tidak disangka-sangka. Saya menulis wishlist travelling itu di tahun 2009, dan sekarang di tahun 2017 sudah terlaksana 4 dari 7 tempat yang saya inginkan. Masyaallah, terima kasih ya Allah, wishlist negara tujuannya sudah nambah sekarang seiring pengalaman dan wawasan yang semakin terbuka, tetapi biar 7 tempat utama tersebut tetap jadi wishlist utama ketika saya saat itu baru masuk kerja. 

Jepang adalah negara no 1 di wishlist saya itu, wajar mengingat saya otaku yang sangat mencintai komik jepang dari SD. Sebetulnya malas sekali mau menulis lagi apalagi pasti postingan travelling itu panjang, tetapi ternyata postingan travelling pribadi itu sangat berguna buat saya sebagai kenangan perjalanan karena jangankan lama, baru berapa bulan kemudia saja terkadang saya sudah lupa detil-detil tertentu seperti Korea Trip yang tidak saya tulis, skrg jadi nyesel karena ada hal-hal yang tentu saja terlupakan.

Jadi mungkin seperti travel's postingan orang lain, Japan Trip ini akan saya buat perhari saja nantinya, dan kapan menyelesaikannya ga tau :D

Sekarang saya mau cerita awal mendadak liburan ke Jepang ini. Sebetulnya tahun 2014 sudah beli tiket ke Jepang dengan Singapore Airline ketika ada travel fair dengan perjuangan antri berdiri yang luar biasa. Wow bingitz saat itu di Grand Indonesia. Perginya sudah janjian dengan Mbak Widi tapi takdir berkata lain, saya ternyata hamil. Sebetulnya jadwal tsb di usia kandungan saya nantinya sudah di atas 4 bulan dan konsul ke dokterpun beliau menyatakan aman, apalagi di tanggal tsb Pak Dokter bilang dia juga lagi ada di Jepang. Yah, si bapak, emangnya saya kalau kenapa-kenapa bisa nyusulin pak Dokter yang lagi jalan-jalan :D. Akhirnya kita memutuskan untuk cancel aja daripada menyesal , apalagi ini kehamilan yang ditunggu. Yang berat malah pas mau ngomong ke Mb Widi karena ngerasa ga enak nantinya dia cuma jalan berdua aja ama suaminya, sedangkan saya yang ngajak ke sana. Eh, ga disangka-sangka pas ngomong, dia juga hamil dan ga enak mau ngomongnya gmn ke saya. LOL. Yeay, finally qt akhirnya batal jalan. Untungnya pas beli pake dollar dan ketika refund dengan melampirkan surat keterangan hamil, setelah dipotong biaya administrasi pun masih untung karena dollar naik, haha.Total saya cancel 3 perjalanan karena kehamilan saat itu, sorry to Fia kita gagal ke Belitung untungnya Sriwijaya mau refund 75%, dan sorry to my mom saya batal ke Ponti dan tiket garudanya hangus padahal dah beli PP.
Cerita perjalanan ini, saya bersyukur banget dapat banyak promo ataupun diskon sehingga lumayan banget menghemat budget. 

TIKET
Setelah lahiran, setiap ada travel fair cuma bisa mupeng-mupeng aja, karena maunya baru jalan ke luar kalau Thierra sudah mengerti dan mengingat, mikirnya gt biar dia bisa ada kenangan pada saat jalan itu maksudnya. Ternyata godaan lebih kuat, ketika malam-malam iseng liat promo online PP Tokyo-Jkt cuma 3,6jt per orang dengan Malaysia Airlines, siapa siih yang ga tergoda, mana itu peak season pula disaat estimasi sakura mekar. Jadi saat itu pukul 23.35 tengah malam saya bangunin suami yang masih tidur cuma buat bilang, udah yaa kita ke Jepang gpp yaa, kamu harus cuti tanggal segini. *maksa*. Itung-itung sisa cuti masih bisa buat perjalanan 11 hari. Total tiket PP 2 dewasa 1 infant 8,2 jt. Yeayy..fix Thierra ke Jepang ^__^

ITENARY
Setelah fix tiketnya, mulai besoknya sudah rajin banget blog walking dan research padahal masih 7 apa 8 bulanan perjalanannya. Kebetulan neng Yanda juga mau berangkat ke jepang (lebih cepat dari saya malah) jadinya banyak banget dapat info dari Miss Almost Know Everything inii (bagus ya gelar gw buat lo nda ).  Tapi memang bikin itenary jauh-jauh hari itu banyak hikmahnya, kita jadi bisa dapat info banyak dulu (walaupun jadi sering revisi itenary) trus terkadang kita ga tau apa yang terjadi di dekat keberangkatan. Seperti kondisi saya, mulai pengajuan cuti sebulan sebelum perjalanan buat jaga-jaga di kantor, malah habis diapprove digeber deadline ama bos karena dia maunya banyak hal sudah beres sebelum saya berangkat, alhasil sering lembur sampe malam dan ga bisa google2 cantik di jam kerja. Ruginya ya, saya jadi agak-agak lupa sama itenary saya sendiri, dan ketika jalan cuma ingat tujuannya apa aja, tp ada yang kebalik2 timingnya sehingga ga efisien (salah sendiri malas cek itenary on the spot).

Jadi tips buat bikin itenary dari saya, buat aja se Agresif mungkin (tapi masih masuk akal jamnya pasti), karena hal itu membantu ketika satu tujuan gagal (misal karena tutup atau waktu kita mepet) kita punya opsi lain yang sudah ada di itenary. Ga bingung nyari atau mikir lagi disana. Lalu buatlah itenary lengkat dengan jalur kereta, alternatif transportasi sekaligus dengan biayanya.

JR PASS & USJ TICKET
Berhubung saya berencana trip di 3 kota (Tokyo, Osaka dan Kyoto), saya merencanakan menggunakan JR Pass. Saya memutuskan hal ini dari hasil itenary saya yang sudah saya lengkapi dengan biaya dengan dan tanpa JR Pass, jadi saya bisa membandingkan berapa selisih yang bisa saya hemat. Sebetulnya jika tiket pesawat yang dibeli Jkt-Tokyo - Osaka-Jkt, saya rasa mungkin tidak perlu JR Pass, anda bisa naik Willer Bus (hemat biaya hotel) lalu bisa mencoba shinkansen Kyoto-Osaka biar sah di Jepangnya :D, tapi karena tiket sya promo dimana harus berangkat dan pulang di bandara yang sama, itungannya lebih hemat dengan JR Pass.

JR Pass dan USJ Ticket saya beli di Kenikura Tour dengan harga 3,2jt dan 875rb. Ini merupakan harga termurah dari hasil pencarian saya. Tambahan pula saya diberikan free ongkir jadi ga perlu ambil sendiri, bisa bayar di Tokopedia (ga perlu khawatir ditipu) dan bisa nyicil 0% pula kan kalau di Tokped, plus dapat cashback kalau anda punya akun ShopBack (luar biasa ya hitungan emak2 ala gw :D), so I saved many actually :D

MOBILE WIFI ROUTER
Barang satu ini luar biasa super penting. Ga tau deh perjalanan di sono kalau ga bisa internetan, karena hampir semua perjalanan dan tujuan kita mengandalkan Google Maps dan Rome2Rio. Di itenary saya sih sudah ada jalur-jalur yang saya tuliskan, tapi namanya travelling itu super fleksible, jadi perubahan tak terhindarkan.

Setelah telpon wa dan email-emailan dengan banyak travel dan jasa penyewaan (untungnya saya ga buru-buru memutuskan), tanpa sengaja menemukan iklan Wi2Fly dan ga tau kenapa saya buka akun IG mereka (padahal sy jarang banget ya nyari promo travel dari IG). ALhamdulillah, di IG lagi ada promo (padahal di web ga mereka tampilkan), saya dapat harga sewa 11 hari hanya 490rb rupiah. *SuperHappy*
Soalnya di tempat lain paling murah 690rb itupun untuk 10hari. So..rajin-rajinlah Google ya. Review saya untuk wi2fly ini  top, kecepatannya ok, no buffering kalau buka youtube, sinyal cuma hilang pas di dalam terowongan aja.

VISA
Karena saya posisi di Jambi, hiks, ngurus visa akhirnya lewat jasa travel agent, E Pasport 50 rb dan paspor biasa 405rb. Borosnya di ongkir karena bolak-balik kirim dokumen, mana harus pake asuransi pula karena yang dikriim pasport. Posisi saya di Sumatera suami Kalimantan, trus tiba2 perlu tanda tangan, jauh bener dah dokumennya jalan-jalan. Alhamdulillah semua beres walaupun terpisah jarak,hehehe.

MONEY CHANGER
Untuk tukar uang rupiah ke yen, saya akhirnya tukar di ITC Kuningan, lebih mengejar ke efisiensi waktu sih, karena sebelum ke Jepang saya hanya punya 1 hari di Jkt untuk packing, ambil modem, tukar duit, bla bla. So karena ambil modemnya di wilayah City Walk Sudirman situ, cari yang dekat aja lah tukar duitnya apalagi selisihnya setelah dibandinkan dikit aja dg yang paling murah yang kita cek. Salah satu fungsi itenary yang kita susun dengan budget tentu saja membantu kita untuk memperkirakan brp uang yang saya bawa kesana. Selain itu di itenary saya juga sudah sy pisahkan yang mana yang kira-kira menggunakan CC dan yang mana akan saya bayar cash.

Let's Go!!!





Review: Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah


Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye
My rating: 4 of 5 stars

Awalnya sih liat covernya biasa aja ama ni buku, eh pas bca ga nyangka ternyata ceritanya berlatar sungai kapuas di Pontianak. Sense of belonging dan chauvinisme menguasai :D

Tapi jujur, bukan hanya karena latarnya saja yang menarik, jalan cerita dan gaya penceritaannnya Tere Liye juga enak dibaca. Apalagi dengan banyaknya tokoh-tokoh menarik seperti Bang Togar, Cik Tulani, Jauhari dsb, saya seperti memang bisa merasakan riuh rendahnya kehidupan di kampung tepi sungai itu.

Buku ini menurut saya layak difilmkan dan bisa menjadi suatu film yangsangat menarik, karena memang banyak yang bs diangkat dari cerita dan latar tempatnya. Saya malah sudah dapat membayangkan Deva Mahendra sebagai Borno, Raline sebagai Mei dan Chelsea Islan atau Sandra Dewi sebagai Sarah.hahahaha. Tolong ya produser, diwujudkan :D

Untuk nilai sebetulnya 3,5 karena ga da di GoodReads kita jadikan 4 saja ^_^



View all my reviews

Terperosok


Berawal dari sebuah postingan di Instagram, mengubah arah hidup perhijaban dan keuangan saya :D

Di Instagram saya memang memfollow banyak akun-akun hijaber yang sedang trend di Indonesia dan sosialita yang gaya bajunya lucu-lucu buat inspirasi ala-ala. Tapi ternyata yang biasanya cuma buat inspirasi ala-ala, saya hari itu suka banget liat salah satu scarf signature desainer satu ini. Berlanjut dengan klik hastag di caption, dunia maya membawa kita kemana-mana, yang berakhir satu hal : "PENGEN PUNYA". Pas liat harga..I said No No No,,,it;s not my budget for a scarf. I can buy itu but I think I'm not into it lah.Itu kata malaikat sebelah kanan.  But...desire leads you beyond your logic. Terbayang-bayang selaluu :D. Then I finally though,  "Apa salahnya sih punya satu kalau emang dah pengen banget. Ingat pesen suami kamu, lebih baik nyesel beli daripada nyesel ga beli (sumpeh deh hubby, quote kamu iniii Setaan banget). 

Kemudian sebagai manusia yang sangat percaya tanda-tanda alam, saya tiba-tiba melihat teman di IG posting scarf inceran,ngobrol-ngobrollah kita, diracuninlah saya, masih agak kuat. Keesokan harinya lihat teman kantor pake, dan liat langsung itu adalah racun mematikan. Soalnya cantiiik bangeett itu barang kalau diliat langsung,,,kena racun..MATI eh maksudnya jadi beli deh. LOL

Itulah awal terperosoknya, kenapa sy bilang terperosok? karena saya ga sampe terjerumus sebagaimana orang-orang di komunitas dengan hastag "itu" yang mana sodara-sodara saya surprise:
1.  Ada yang punya koleksi kumplit, mulai dari scarf all type and colors, baju baik top or bottom and asesorisnya. Woww..uangnya ga ada nomor serinya kali yaa
2. Ada lagi nemu IG (banyak malah) yang isinya cuma foto-foto dia pake baju dan scarf desainer itu, all photos, mungkin kalau dia lagi ga pake baju itu dia ga mau foto kali ye. and it really makes me sick. Dan saking mereka pengen show off (I think), ampe baju ama scarf nya dipake barengan walaupun tabrak lari sampe meninggal dah tuh fashion. 
3. Barang ini bisa jadi investasi ternyata, karena diproduksi terbatas, barang secondnya aja laku dengan harga jual yang turun mungkin hanya 25-100K rupiah saja, Luar biasa ya. Malah untuk item-item favorit yang sudah rare, dijual dengan sistem bundling. Si yang punya or penjualnya, jual item tersebut harus kita beli dengan barang lain, dan gilanya barang bundlingannya itu harganya berkaliiiii-kali lipat dari item yang pengen kita beli. Trus ditambah lagi dengan jastip+ganti ongkir. OMG.Gile lu ndro.
4. Desainer ini juga pernah kerjasama desain dengan salah satu e-commerce terkemuka di Indonesia, dan barang-barang ini ketika dilaunching, 10 menit sudah sold out. Hiksss..sedih banget..soalnya saya baru taunya besoknya (kemane aje looo). Alhasil skrg IG si mbak, saya Turn On Notifnya. LOL (terperosok)

Sekarang masih terperosok? Iya, sekarang mantengin komunitas tsb salah satu hiburan buat saya kalau lagi bete, ga masuk kesitu, pengamat dari luar aja. Sambil hunting scarf-scarf unyu. Cuma punya yang saya suka-suka aja, ga sampe harus punya semuanya, at least tiap season ada 1 lah (apaaa???itu obsessed namanya!!! )
Anyway ikutan terperosok hayukk..ga sampe terjerumus kok :D




 

Review: A Very Yuppy Wedding


A Very Yuppy Wedding A Very Yuppy Wedding by Ika Natassa
My rating: 2 of 5 stars

Buku Ika Natassa yang pertama saya baca adalah Critical Eleven, dan bukunya benar-benar terhubung dengan pembaca menurut saya. Saya saja sampe nangis bombay bacanya. Setelah itu saya baru tau ada Poll Story "The Architecture Of Love" dari teman saya dan finally baca poll story dan novelnya. Baru dari situlah saya baru baca lihat-lihat dan tertarik untuk membaca buku-bukunya Kak Ika. Padahal sebelumnya sudah pernah disuruh-suruh dari zaman kapan ya sama teman saya baca Divortiare dan Twivortiare. Tapi memang karena saya tipenya baca buku apa harus mood dulu, jadi ga bisa dipaksakan harus baca buku judul yang spesifik di saat itu juga.

Balik ke A Very Yuppy Wedding, menurut saya yang kebalik baca buku barunya dulu baru baca buku pertamanya Kak Ika, ya pasti terasa jomplang. Jauh banget feelnya, ya wajarlah ya buku pertama gitu lho. Buku tentang pasangan bankir yang sibuknya super luar biasa, yang pada akhirnya menikah dengan diwarnai konflik-konflik pacaran dan hubungan pra nikah tentunya. Di buku ini saya ga dapat koneksi dengan ceritanya, jadi faham ceritanya tapi ga dapat feelnya. Sampai akhirpun biasa saja hanya seperti baca cerpen atau novel metropop pada umumnya. No traces left in my heart. Mungkin buku ini bukan buat saya.

Last but not least, sebetulnya hal ini menunjukkan kalau kemampuan Kak Ika menulis benar-benar berkembang luar biasa dan tentu saja dengan strategi pemasaran yang out of the box sehingga kita bisa lihat keberhasilannya dalam penjualannya di buku-buku berikutnya. Btw, saya punya semua kok bukunya dan join group RH nya, jadi review ini jujur dari saya :D

View all my reviews

Review: Crazy Rich Asians


Crazy Rich Asians Crazy Rich Asians by Kevin Kwan
My rating: 4 of 5 stars

I read this novel only in 2 days. For me it was a fun reading, I enjoyed every character and followed the story smoothly. Love story between a very rich boy with a common girl is a standard, but Kevin made it different because he brings the Singapore Chinese culture and life here. It's new for me, and make it interesting. The complicated part perhaps about the family tree that will make u open the lead on the beginning page to check it for few times to confirm who is this guy, who is his mother, etc. :)

Definitely will read the next book of this series.

View all my reviews

Coincidence


Kebetulan itu berlaku ya?
Ketika sedang in progress menonton serial korea "Doctors" yang menceritakan tentang dokter bedah, eh nonton Doctor Strange yang juga tokohnya seorang dokter bedah. Rasa rasa Dejavu gitu.

Dan kemarin nonton Allied yang dibintangi Brad Pitt dan Marrion Cottilard (sumpah ni cewek cantik en bodynya yahuud banget ya, body goals gw yg ga bakalan tercapai secara tinggi gw minimal). Film ini tentang dua orang agen yang menyamar dan saling jatuh cinta. Suka sama fokus cerita film ini yang bukan kayak film-film spy action pada umumnya walau yg pada umumnya bagus juga. Film ini membuat kita berfikir pada awalnya "yaah, it's so easy, so easy, i know there must be suffering after this". Dan setelah itu gw tegang nontonnya, dan gw nangis pada akhirnya. Aahh, Marrion, u broke my heart. Coincidence nya sih menurut gw setelah itu di rumah baca Anna Karenina, nyelesein target bacaan yg tertunda, dan tentu saja pada akhirnya ni buku tragis banget, bikin hati gw perih. So..i fallen asleep in misery last night.

Jadi, kebetulan ga sebetulnya itu..?

Map of My Trips

Copyright 2009 thiernaphilo. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates