RSS

Dari Wii sampai Oven


Berawal dari kebosanan saya malam ini setelah berbuka puasa dan no idea to do anything, akhirnya saya putuskan untuk main Nintendo Wii...aha, kebetulan ada beberapa game baru yang belum saya mainkan. Saya memutuskan untuk mencoba game fitness saya, ternyata lumayan menarik....eheem. Saya memasukkan tipe tubuh, berat badan, tinggi badan, tanggal lahir dan tipe olahraga saya. Kemudian dari situ game ini memberikan rencana work out saya bahkan beserta nutrition plan (include recipes) dan tips-tips lain. Mulailah saya workout dan sangat menyenangkan...hehe. Lanjut saya intip-intip resepnya, dan ooow...ini dia, saya jadi mulai mencatat dan banyak sekali resep yang mengharuskan saya menggunakan oven untuk baking. 

Itulah dia....MICROWAVE OVEN...barang idaman saya berbulan-bulan ini..sebetulnya ngarep dapat kado ini pas ultah...hahaha...ga ada yang ngasi (mahal bo...). Keinginan yang menggebu selama bulan puasa, lalu sempat terpendam, akhirnya bangkit lagi gara-gara game wii yang saya mainkan. Kalau diliat dari kadar perlu, emang saya perlu ni barang, tapi diliat dari diri saya yang pembosan, saya khawatir ni barang cuma berguna di saat-saat saya excited aja. Saya fikir-fikir lagi,,,,masih kefikiran (ya iyalah..kan sy fikirin yaa...lolz). Akhirnya saya buka-buka buku budget saya, saya itung-itung utang sy (aaah,,,ketauan deh sy punya utang), saya liat-liat income saya bulan ini...hehe,,lumayan, nampaknya Allah sedang merestui, karena bulan ini saya yakin mau beli.,,,,HOREEE. 

Sudah yakin seperti itu, saya bingung lagi, mau beli merk apa ya??yang bagusnya yang seperti apa ya? Pas balik Pontianak kemarin saya sudah liat di mall, rata-rata mirowave yang dijual hanya microwave saja, tanpa fungsi Oven. Aaaah...saya mau yang 2 in 1, beli 1 dapet 2, ga rugi plus efektif :) Jadi sekarang saya masih dalam proses browsing dengan Mbah Google demi si Microwave Oven.

Rahasia dalam Hujan


Kalau saja hujan ini bisa menceritakan....
Betapa banyak rahasia yang bisa dia ungkap...
Betapa aku sering merindukan orang itu,
Karena dia sering muncul dalam hujan-hujanku
Entah berapa banyak puisi-puisi hujan,
Yang aku ciptakan hanya untuknya
Tak bisa untuk yang lain
Dalam hujan-hujanku
Betapa dulu dalam hujan dia membuatku bahagia
Betapa dulu dalam hujan dia membuatku tertawa
Dan kemudian lupa.....
Sampai hujan itu yang mengingatkan...kalau sedih ini karenanya
Karena dia lupa............
Kita tak sempat ucapkan cinta...

almost in the end of Ramadhan

Di luar hujan, dan aku sendiri. Entah kenapa, suasana seperti ini yang bisa memunculkan mood untuk menulis. Hari Minggu ...sepi..sendiri....hujan....ga perlu kerja....mau ngapa2in terserah, hal simple seperti ini saja sudah cukup untuk membuat hidup itu indah. Menulis di saat aku ingin menulis, makan di saat aku ingin makan, atau melanjutkan menonton lagi seperti yang aku lakukan sedari jam 10 tadi pagi. Dan seperti yang aku katakan pagi ini....this a very beautiful Sunday Morning.

Perhaps this Ramadhan is a bit little tough for me. Much more tough than last year, eventhough in the same town. Too much things over my control. Phisicly or mentally, the tougher one of course human things. Yaaa..Habluminannas terkadang jauh lebih susah ketimbang habluminallah. Antara aku dan TUhanku, cukup aku saja yang mengurusnya, tapi sesama manusia?? U are talking about feeling.Dilema.

Baru saja hendak menyetel lagu, ah,,,tapi merasa sayang untuk melewatkan irama hujan di luar yang benar-benar menjadi favoritku sepanjang hidup :) Cukup kesepian ini dengan suara hujan diluar bisa membuat aku menangis dengan tiba-tiba. Maaf  Tuhan....aku tak cukup baik Ramadhan ini.

Map of My Trips

Copyright 2009 thiernaphilo. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates