RSS

Hey...what happened to my blog...?!!!!!!!


Arrgggghhhh....what happened to my cute bloggggg? I dont know what happened. That sh*t thing comes and goes..comes and goes. Yes, I;m a member of Photobucket, but I just posted 2 pics there and how come my account is full??? Nonsense!!!!! Help meee...anybody can fix it...T____T Crying Out Loud

Yen Ing Tawang Ana Lintang


I'm not Javanese but I dont know, I like to hear this song alot. At the first, just feel this is such a very beautiful song whereas I don't know the meaning at all. My Ndutz is a Javanese, but he also doesnt know the lyric, he just can sing the first line (but he likes to repeats it again and again because he knows I like the song and he loves to call me Cah Ayu...lol). And then I got the meaning of the title, and I love itttttt. I just love it just because a title (weird ya). Finally becaused of my curiousity I browsed it and got the whole lyrics, very beautiful lyrics. Here it is :)


Yen ing tawang ana lintang, cah ayu 
[jika dilangit ada bintang,wahai cantik/if there are stars in the sky, hey beautiful]
aku ngenteni tekamu

[aku menanti hadirmu/I'm waiting for your present]
marang mega ing angkasa

[kepada awan di langit/to the clouds in the sky]
ingsun takokke pawartamu 

[Aku menanyakan kabarmu/I;m asking how about you]
Janji-janji aku eling, cah ayu

[semua janji aku ingat, wahai cantik/I remember all promises, hey Beautiful]
sumedhot rasane ati 

[terputus rasanya hati / my heart is like broken]
lintang-lintang ngiwi-iwi, nimas 

[bintang-bintang menggoda aku, nimas / The stars is teasing me, girl]
tresnaku sundhul wiyati 

[cintaku tak berbatas, setinggi langit / my love is limitless, as high as the sky]
Dhek semana janjiku disekseni mega kartika 

[Semenjak itu janjiku di saksikan awan bintang/Since the time my promises are witnessed by the clouds]
kairing rasa tresna asih 

[teriring rasa cinta kasih/as the love goes by]
Yen ing tawang ana lintang, cah ayu

[jika dilangit ada bintang, wahai cantik / if there are stars in the sky, hey beautiful]
rungokna tangising ati
[dengarkan tangisan hatiku / just listen crying of my heart]
binarung swarane ratri, nimas 

[resapi suara diwaktu malam hari / absorp the sound of the night ]
ngenteni mbulan ndadari

[menunggu bulan purnama / waiting for the full moon]

On the Pump Truck I Think


Hari ini, 4 October 2011, sy sedang nongkrong melesehkan diri di atas pump truck unit BJ Services, dengan bosannya menunggu pemompaan acid yang cuma 0.3 bpm. Nyaris tidak ada rate. Menanti efek si acid yang berhasil mengikis damage-damage, si pressure bisa turun dan saya bisa pulang.

Dalam kondisi seperti ini, saya tiba-tiba membayangkan masa lalu. Sama sekali tidak pernah terfikirkan oleh saya atau terbersit pun tidak, bahwa saya akan berada di sini, bekerja seperti ini.

U know, dulu cita-cita saya sangat simple dan mulia (ceilaaa). Saya ingin sekali jadi guru. Ya..Guru..Pahlwan yang katanya Tanpa Tanda Jasa. Just like my mom. Semenjak SD bahkan saya sudah punya metode mengajar saya, yang akan saya terapkan jika saya menjadi guru. Beranjak SMP, cita-cita saya diupgrade sedikit. Peristiwa kunjungan ke rumah sepupu saya, mengupgrade cita-cita saya menjadi seorang dosen. Sepupu saya itu memang seorang dosen. Tapi alasan saya memang aneh. Alasan saya hanya karena melihat rumah sepupu saya itu keren dan bagus :D. Yah, begitulah polosnya fikiran saya semasa kanak-kanak, tidak terfikirkan oleh saya banyak pekerjaan lain yang bisa bikin saya punya rumah bagus en keren.hehehe.  Yang pasti buat saya yang saat itu (sampai saat ini juga ), yang cuma punya rumah sederhana di sebuah kampung nelayan di tepi laut, rumah orang yang gedung yang lantainya pake marmer itu keren abis.hihi.

But everything changed. Waktu yang merubahnya, Realitas hidup lebih nyata. Waktu kuliah saya malah memilih jurusan Teknik Pertambangan (alih-alih Teknik Fisika karena sy pengen jadi Guru or Dosen Fisika:P). Bahkan saya pernah ditawari jadi Dosen Pertambangan di KalSel, dilema hidup yang datang, tapi impian dan idealisme polos anak-anak saya kalah dengan realitas hidup. Saya lebih memilih disini, di atas pump truck unit, memompakan acid ke dalam formasi dengan rate 0.3 bpm, berharap pilihan saya ini masih bisa membuat saya memiliki rumah yang bagus dan cantik :), dengan ayunan di halaman rumput hijaunya, sehingga anak-anak saya bisa bermain disitu sebagaimana saya senang sekali saat bermain di rumah sepupu saya itu. 

 Note:
 U know, I even have forgotten my cousin;s name 
which his house i visited years ago. But I still remember the details of
the house. Weird yaa.

-Re write this posting from my scrapping book while listening 
Westlife songs. Wanna hear their songs today coz i couldnt attend the
concert in Jakarta T___T






Rindu


Rindu itu berat kawan...
Seberat apa dia, takkan ada yang mampu menimbangnya
Membebani jiwa yang sebetulnya terisi  tapi terasa kosong
Berat kawan...Sungguh berat

Ingin aku kabarkan saja kepada dia
Lepaskan rangkaian detonator itu,
Ambil saja ranselmu,
Tempuhi 9 jam perjalanan,
Terbang lewati laut Jawa
dan datang padaku
karena aku merindunya

Tapi hidup itu lebih berat lagi
Sehingga rasa rinduku saja tak sanggup mengimbanginya
Dia masih tetap saja merangkai detonator detonator itu dengan cintanya
Mengisi lubang lubang itu dengan ANFO jiwanya
Menahan rindu demi satu nama...cinta,,,
Cinta,,,aku menunggu saat itu tiba



Buat Sang Blaster dengan jiwanya yang bergelora,,:p
Rindu itu berat,,,sayang
*listening Chocolate&Cigarettes while typing this*  

Cant Wait for Officially


Just wanna say,,,,"Cant wait for officially" ^^

One Day Taraweh in Aceh


Ramadhan ini alhamdulillah saya berkesempatan melakukan taraweh di perantauan dan salah satu harinya itu di Rantau-Aceh. Kebanyakan taraweh saya di Prabumulih-Sumsel dan tidak mengalami suatu anomali yang besar dari taraweh-taraweh saya sebelumnya baik di Kalimantan maupun Jawa.

Tetapi di Aceh ini, walaupun cuma satu malam, benar-benar memberikan bekas di hati saya dan momen itu suka bikin saya senyum sendiri. Ada 3 hal yang bikin saya ingat terus :

1. Salah Jam
Jam mulainya taraweh di Aceh itu lamaaaaaaa,hiksss. Mulainya jam 8an, selesainya jam 10an. Gila ga tuh.
Saya yang sudah sangat terbiasa berangkat taraweh jam 7 kurang dan balik paling lama jam 9 udah mulai rada panas jadinya tuh di masjid. Bukan karena saya ada turunan syaitoonn, but tausiyahnya menurut saya ga efektif banget. For me, less is more. Untuk sesuatu hal yang rada membosankan, yah perhaps not for everybody, but I think most of people think that anything related to preach is kinda boring thing. Jadi buat para ustadz, dai or ulama, katakan seperlunya tapi bisa masuk ke hati kita-kita yah. Alhamdulillah yah kalau bisa kayak gitu, Sesuatu banget itu.

2. Saltum. 
Maksud diatas bukan karena saya pake bikini ke masjid yah, tapi karena saya beda sendiri. Saya pake mukena warna biru kinclong itu dan ternyata tuh wanita-wanita 1 masjid pake putih semua. Kebayang kan gimana I;m just like a blue button on a white shirt atau kayak semut warna biru dalam semangkok susu *analogi yang aneh *
Jadi tuh wanita-wanita semenjak saya datang, ngeliatiiiiiiinnn terus. ya sudahlah saya pasang muka tembok. Merasa paling gaul sendiri aja lebih baik..hahaha *menyenangkan diri*. Yang pasti sodara-sodara it just happened there, selama di Prabumulih saya pake biru, yang lain ada pake ungu, pink, mau warna apa aja ada. Very colourfull :) Berarti peribahasa "Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, lain masjid lain mukenanya" emang berlaku di Aceh. *grind*

3. Salah Muka
Ini yang paling penting, salah muka. Harusnya  kemarin pas shalat disana saya prepare bawa topeng mukanya Zaskia Adya Mecca atau Alissa Subandono kali ya. Di hari itu, di shaf wanita, saya paling dekil sendiri, bukan karena ga mandi teman, tapi karena saya paling item sendiri, en paling pesek sendiri. hahaha. Jadi  entah emang lagi apes atau emang wanita cantik lagi pada turun, cewek-cewek Aceh itu cantik-cantik banget temans. Hampir semuanya yang disamping saya itu bening-bening, mata belo en hidung mancung. Beautfulll. Oh Ya Allah, saya mensyukuri wajah saya kayak gini kok, cuma curhat aja ya ya Allah. Peace :D. Ga heran tuh banyak cowok-cowok temen saya suka bilang cewek Aceh tuh cantik-cantik ya, cariin cewek sana dong, eh hari itu tuh bukti mutlak :D But fyi all my readers, it;s just majority, di pasar saya ada liat kok yg biasa2 aja.hahaha *menghibur diri*

Above all, saya bahagia bisa merasakan banyak hal di tempat berbeda. tambah ilmu tambah wawasan buka hati buka fikiran. SESUATU BANGET :D . Salam Syahrini...;)

Raja Duren


Beberapa wktu ini duren benar-benar melimpah baik di Kalimantan maupun di Sumatera, karena dalam setahun ini di Prabu nampaknya duren ada terus dijual di jalan dan terakhir saya balik ke KalBar juga sedang musim duren.

Sesungguhnya buah unik yang satu ini sangat-sangat mempunyai nilai sentimentil buat saya. Buah ini merupakan favorit saya dan keluarga saya. Sampai sekarang pun jika melihat duren saya tidak bisa menahan diri untuk tidak singgah dan menanyakan harganya, dan ujung-ujungnya si duren ikut nangkring di motor saya pulang ke rumah.

Duren itu benar - benar mengingatkan saya sama alm bapak, sama masa-masa kecil saya yang saya pengen tarik balik dan masuk lagi kesana. Waktu masih kecil, Bapak kalau beli duren ga pernah sedikit, minimal 1 keranjang cucian itu. Jangan bingung kenapa tempatnya pake keranjang cucian, soalnya zaman dulu yang jual duren itu bude-bude Madura keliling komplek dengan taruh keranjang cucian isinya duren di atas kepala. Jadi kalau yang jualan dua orang, bapak pasti beli 2 keranjang itu. Sampe si duet bibi ini tiap jualan datang ke rumah en sudah kenal baik ama bapak.Jadi dulu duren yang beli ditumpuk di dapur dan uda kayak orang jualan di tepi jalan itu jumlah durennya. Saking ngefans-nya saya dengan si duren, bangun pagi-pagi saya langsung nyari duren buat dimakan kalau lagi banyak duren gitu di rumah. Sampai saya dijuluki sama ibu saya si Hantu Duren, tapi saya dengan pedenya bilang ke alm Bapak "Pak, dedek bukan hantu duren ya, tapi Raja Duren".Hahaha, anak kecil norak apa narsis ya, mau-maunya jadi Raja Duren. Bapak cuma bisa ketawa dan dengan setia tetap membelikan saya keranjang-keranjang duren itu :). 

Hari ini saya makan duren lagi, dan saya rindu sama Bapak.

Map of My Trips

Copyright 2009 thiernaphilo. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates