RSS

The weird man in the midnite...


The weird man came in the midnite
Spread his sharp smile and teasing eyes
Do you bring some magics vanishing the says??

The weird man came in the midnite
Crazy,,idiot,,,loosing mind,,eyes swollen
Is it all came due to ur present??

Oh please..the weird man in the midnite...

------------------------------------------

*The inspiration always comes in the rain ..
I love to hear ur sound...rain...will the sun gets angry if I long for u everyday???


music I;m listening now: Please be Careful with My HEart - Christian Bautista
(and offcourse the rain's drops ourside go along)

Unstoppable, Babies, Rapunzel


If u are a movies lover...u'll know well about the title ;)
Tiga judul film di atas adalah film yang saya tonton bulan ini, Harry Potter ga termasuk karena saya nontonnya bulan lalu :P.

Denzel Washington memang tidak pernah mengecewakan saya =) Menurut saya, hampir semua filmnya keren. Paling tidak, tidak ada yang cuma rata-rata. Termasuk film ini. Saya salut dengan mereka yang membuat film ini, karena dari sebuah ide cerita nyata yang menurut saya sebetulnya susah untuk dikembangkan menjadi film, tetapi mereka bisa mengolahnya dengan baik.

Film ini menceritakan tentang usaha seorang ahli lokomotif senior (Denzel Washington) dan masinis muda (Chris Pine) untuk menghentikan kereta api tak bermasinis yang melaju dengan kecepatan tinggi. Hebatnya sang sutradara benar-benar meminimalkan science efek, jadi dia lebih suka efek-efek terjadi lebih secara real. Saya merasa tegang sekali sepanjang menonton film ini, jadi salut sekali dengan gambarnya yang benar-benar terasa real dan  efek suara yang mantap. Sy bahkan sempat berkata ke teman saya bahwa film ini bisa membuat saya takut naik kereta api..haha.

Setelah menonton film ini, saya cuma memikirkan kapan Indonesia bisa membuat film yang berkualitas dan cerdas. Bayangkan saja, dari sebuah tragedi, mereka bisa menjadikannya sebuah film seru yang sarat kreatifitas. Berarti sebetulnya para sineas Indonesia bisa punya banyak sekali ide cerita untuk dijadikan film. Kenapa harus film-film sex tersembunyi dalam film horror atau film-film cinta yang cemen (muak abis sama mayoritas film Indo saat ini). Film Indo terakhir yang saya tonton dan menurut saya bagus adalah Sang Pencerah  yang mengangkat cerita KH Ahmad Dahlan dengan gaya yang menarik. Anyway...hidup Denzel Washington =)

Pertama kali liat iklan film ini di internet saya sudah tertarik untuk menonton, baca sinopsisnya tambah bikin pengen, sayangnya di Palembang ga tayang. Fortunately pas ke Jakarta kebetulan film sedang tayang. Jadi setelah nonton Unstoppable, saya sudah nekad untuk nonton film ini. Tapi ternyata untuk menonton film ini, butuh perjuangan panjang.Tidak semua bioskop di Jakarta menayangkan film ini, di bioskop paling dekat hotel sy Teater Djakarta XXI juga ga tayang. Akhirnya liat internet, di Plaza Indonesia is showing, so sy memutuskan nonton di situ. Begonya saya malah masuk ke Grand Indonesia (ndeso banget ya ga bisa bedain mana Grand mana Plaza...hehe :malu:), pas masuk ke BLitz di GI ya jelas ga adalah ini film. Sudah berat nenteng-nenteng backpack yang isinya laptop 2kg and buku seabrek-abrek habis simposium, naik ke lt 6, terpaksa turun lagi *ampuuun dah*. Berhubung perginya sama temen, sy ga enak ama dia, ya udah sy bilang pulang aja (pdhl pengen banget nonton). Berhubung kita nyari taxi nya nyampe depan plaza Indonesia dan antrin taxi-nya panjang, kita memutuskan masuk en nonton film ini. Tapi perjuangan belum berakhir kawan, kita ga tau letak bioskop di Plaza Indonesia dimana..haha, udah nanya sama security, sudah nyari sesuai petunjuk, tetap ga ketemu  :ndeso lagi :P: Akhirnya pulaaang deeeh..hahahaa *dosakarenamembolos*

Finally malamnya Plaza Indonesia kita datengin lagi dan ketemu dimana bioskopnya :D. 

Film ini benar-benar jauh dari bayangan saya yang menganggap ini adalah film dengan format biasa dengan cerita drama. Ternyata film ini bukan film *lho??*. Mungkin  bisa dibilang lebih mirip dokumenter. Menceritakan 4 bayi dari Namibia, Japan, Mongolia, dan California mulai dari awal kelahiran mereka hingga setiap perkembangan mereka dari merangkak, berjalan, berbicara, dll. Menurut saya yang punya ide cerita benar-benar kreatif. Who doesnt love the babies anyway :) So, dengan kalimat itu saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa tanpa perlu membuat dialog di film inipun kita sudah menikmati kegiatan dan tingkah laku the babies in this movie. Hampir setiap scene membuat saya tersenyum, ketawa dan berujar "lucu bangeeet". Perkembangan bayi-bayi ini direkam sampai umur mereka 1 tahunan. Very unique movie i think. 
Film ini menggambarkan perbedaan mendasar pola pengasuhan dan pendidikan anak di negara yang berbeda. Betapa lingkungan yang orang tua bentuk lah yang membentuk anak kita nantinya. Walaupun secara kasat mata mungkin kita menganggap suatu hal terlihat salah di mata kita, misalnya di Namibia, si bayi kelihatannya dibiarkan begitu saja oleh sang ibu berbeda dengan bayi Jepang sedari kecil sudah akrab dengan segala teknologi, tetapi satu kata untuk semua itu adalah AFFECTION, the way of affection is unique :) Tht"s what I got from the movie. Sangat cocok ditonton bersama pasangan...haha, tht's wht I imagined that nite, because I saw it with my girlfriend :P


My Fav Scene : Scene dimana si Mari (bayi Jepang) sedang memainkan educational toy, dan dia ngamuk-ngamuk kalau gagal. Lucuuu bangettttt. She is my favorite baby after the moment, so cute.
Mari - Japanese Baby


mari is 4 years old now
If you want to read the interview with the parents, u can click here.




RAPUNZEL (TANGLED) 3D
Sebetulnya saya berencana untuk menonton Narnia dibanding menonton film ini karena kebetulan Narnia juga sudah release. Tapi petunjuk Tuhan tiba-tiba datang (mulai deh lebay sy muncul :P), teman saya sudah ada yang menonton Narnia dan mengatakan film itu datar-datar saja.Saya sempat ragu karena pada saat menonton Harry Potter, trailer film Narnia disitu benar-benar keren. Akhirnya malam itu saya langsung browsing buat nyari tau (ooo,,,thanks God for Google, always helping on the right time) and question is answered. Narnia is just a flat movie. So I decided to see this very long hair Lady movie...RAPUNZeL :)


Film ini sebagaimana kebanyakan film-film animasi Disney yang lain is about the fairytale dan benar-benar memberikan kepuasan pada mata..:D. Menceritakan kisah si Rapunzel, yang saya rasa kebanyakan gadis tau cerita everlasting ini, hanya saja di film ini banyak hal yang diimprovisasi tapi malah menambah menarik cerita ini. Di cerita Rapunzel yang asli, lelaki yang menyelamatkan Rapunzel adalah seorang pangeran, tetapi di film ini si Flynn Rider adalah seorang pencuri yang mencuri mahkota kerajaan, mengkhianati teman sesama pencurinya dan melarikan diri ke istana Rapunzel. Lalu ada Pascal si bunglon lucu yang jadi peliharaan Rapunzel dan si kuda Maximus yang kelakuannya lebih mirip anjing daripada kuda..hehe.Rapunzel di film ini juga lebih dinamis dan sedikit tomboy, tidak seperti di buku dongeng yang saya baca dimana Rapunzel benar-benar feminin. Di film ini si Rapunzel malah bawa penggorengan buat jadi senjatanya :D. 


And eventually, in the ending "They live happily ever after"...as always :)



My Fav Scene : momen dimana Flynn dan Rapunzel di danau melihat lampion-lampion yang dilepaskan dari istana. It;s very beautiful moment. SOoooo...beautiful, apalagi ditambah efek 3D yang menambah indah momen itu.  
                                      

Some facts about Rapunzel:

Campanula Rapunculus
  • Di beberapa negara, film ini berjudul Tangled, dari apa yang saya baca hal ini dimaksudkan supaya film ini juga bisa menarik penonton pria, karena judul Rapunzel dianggap terlalu girly,upsss...hehe.
  • Pengisi suara Rapunzel di film ini adalah Mandy Moore, so no wonder the voice is awesome :)
  • Tokoh Rapunzel juga pernah dimunculkan dalam film Shrek, tapi disitu dia menjadi karakter antagonis.
  • Kata Rapunzel berasala dari nama tanaman, karena di cerita aslinya disebutkan kalau ayah Rapunzel mencuri tanaman di halaman seorang penyihir dan dijadikan nama untuk Rapunzel, salah satu tanaman yang dianggap asal muasal nama itu yaitu Campanula Rapunculus (Rapunzel-Glockenblume) - dari berbagai sumber-



Apa Kabar Microwave saya


Tau ga apa kabar dengan microwave saya yang begitu saya bangga-banggakan di posting2 sebelumnya??
Ilang?? Rusak???? Upss...jangan negative thinking dulu ama dia.
Dia baik-baik aja kok. Cuma karena saya sedang tidak dalam mood saya untuk mencoba resep-resep baru, dia beralih fungsi. Sekarang si Mico (nama Microwave saya...baru hari ini saya namain :P), sedang beralih fungsi menjadi lemari, haha. Si Mico emang TOP BGT lah, sebagai lemari pun dia berfungsi dengan baik sekali. Buktinya setiap saya simpan donat JCo saya, Roti Breadtalk saya atau lauk kesayangan saya ga pernah disemutin. Sedangkan saya udah desperate banget kadang sama semut-semut di rumah yang mau saya taruh dimanapun makanan-makanan favorit saya tetep aja disemutin ama mereka....Dasar Semuuut!!!!!!!

Steak jam 18:30


Minggu ini saya mendapat kesempatan ke Jakarta dalam rangka dinas ..hehe. Kenapa saya ketawa?? Karena saya bukan orang yang sering dapat dinas ke Jakarta, seringnya ke Sopa, Talangjimar atau Ogan (yang saya sebutkan adalah wilayah kerja sumur minyak...hahaha). Jadi, saya lumayan excited, walaupun saya sama sekali ga tenang, coz kepergian saya ini untuk mempresentasikan tulisan saya di suatu forum skala nasional dan saya menganggap diri saya masih anak bawang banget di sini.

Sebetulnya bukan forum itu yang saya mau ceritakan, tapi janji saya sama si Eneng Yandul buat makan di tempat steak yang katanya terkenal bangettt (katanya Neng yandul ini). Akhirnya susun janji ama dia, kita ketemuan di Blok M Plaza. Berangkatlah kita dengan si Eneng dengan jemputan dari si supir (gaya yak si Eneng sekarang, di Prabu mah di cuma punya tukang ojek pribadi, di Jkt ada supir pribadi...hahaha). Berhubung kita belum ada yang pernah kesana, kita mesti tengok kanan kiri dulu nih, demi si Steak Hotel yang membuat sy penasaran.

Akhirnya ketemu deh tempatnya, tempatnya benar-benar tidak sesuai dengan bayangan saya. Saya kira yang namanya Steak Hotel itu, tempatnya lux and mewah gitu, ternyata engga,,,hehehe.Maka ingatlah pepatah "Dont Judge a Book by It;s Cover (tapi liat aja pengarangnya,,,haha)". Tempatnya simple aja, tapi kita yang datang jam 6 kurang aja udah susah dapet tempat duduk. Saya duduknya nyempil diantara 2 orang yang tidak saya kenal, walau tetep satu group ama temen-temen saya dan adeknya.

MEnaRIk!!! (or Weird??). Jadi karena mereka bukanya jam 18:30, ketika kita manggil2 pelayannya buat pesan, mereka bilang nanti mbak ya jam 18:30. Trus kita bilang lagi pesen minum aja, ga boleh juga. What??haha. Padahal kan logika saya kalau mereka catet pesenan kita sekarang, ntr pas buka mereka ga ribet lagi yak, Tapi saya salut kok ama mereka. ON TIME. Jadi tepat jam 18:30 mereka buka dan langsung nyatet-nyatet pesanan, sebelumnya mereka yel-yel dulu, hehe.

Sambil nunggu, saya baca-baca deh info di meja. Jadi Steak yang terkenal disini yang namanya "Steak Wagyu" itu merupakan steak yang berasal dari sapi istimewa. IStimewanya sapi ini karena dia diternakkan secara khusus, tiap hari dipijet (saya mauuu), tiap hari minumnya air mineral(saya mau jugaa) --> kata si Eneng diminumin Sake..haha...nais inpo gan -->menyesatkan tapi menarik, dan dibikin supaya sang sapi tidak stress (saya mau jugaaaa dibikin ga stress selalu), dan akhirnya baru dipotong untuk steak (yang ini saya ga mau :D).

Trus ada inpo menarik juga, kalau kita mention resto ini di twitter or FB, kita nantinya bisa dapat Tiramisu Classic gratis.Tuiing tuinggg...membaca sesuatu yang gratis, sinyal saya cepeeeeet banget nangkapnya. Jadi saya langsung deh menyiagakan BB saya, buka Twitter, follow resto ini and langsung bikin twit yang mention resto ini *sigap*. Pas pelayannya datang saya langsung tanya apa promo yang di brosurnya masih berlaku, ternyata iyaaa, langsung deh saya liatin twit sya itu. Yesss....dapet Tiramisu gratisss ...dan enaaaaak :) (FYI, lebih enak dari tiramisu di Hotel Indonesia yang saya makan pas makan siang). pSsttt...buat kita-kita aja ni ya, pas nyampe hotel, saya langsung unfollow resto itu di twitter saya..hehe..kan sy ga tau entah kapan kesini lagi :P

Steak-Flag nya saya simpen =)
Finally ...pesanan kita datang, pesanan saya Wagyu Steak with Mushroom Sauce (well done cooking) dan Cappucino Ice. Sumpah deh, dengan harga segitu menurut saya worthed (tapi kalau bisa lebih murah lagi mah alhamdulillah..haha). Apalagi kata si Yandul, di hotel harga steak wagyu bisa mencapai Rp. 300K. Menurut saya dagingnya benar-benar empuk dengan porsi yang benar-benar bikin saya eneg karena kenyang (seumur-umur saya makan steak, ini nih pertama kali sy ga ngabisin) dan porsi kentangnya juga besar. Jadi kenyang banget deh. Selama kita makan, pengunjung semakin ramai dan yang bikin saya heran, mereka mau-maunya ngantri sampai panjang dan memenuhi tempat itu. Sampai segitunya yaa, yaa gitu deh. Apapun itu, saya seneng dah bisa dapet sit and nyicip steak ini. Saya selalu suka mencoba hal yang baru, entah itu makanan ataupun tempat yang harus dikunjungi. So...makasih ya Neng Yanda...I likeee it...

La Isla Da Bangka


Akhirnya saya punya mood yang cukup besar untuk menuliskan record perjalanan saya ini. One of unfogetable moment deh, karena pake acara deg-degan dulu sebelum berangkat. Hampir semua perjalanan saya selalu diberi tekanan besar sebelum berangkat oleh Tuhan...dalam artian sy selalu deg-deg ser amat sangat karena saat itu saya selalu dalam posisi incharge in a job. Oh God...dont too often playing with my heart...it beats too much in such those moments :D.

Sy berangkat ke Bangka bersama 2 pren saya sesama bolangwati (nama yang diberikan oleh teman baru yang kami temukan di Bangka). Ternyata Allah benar-benar sudah mempertimbangkan penempatan saya di Prabumulih ini dengan pertimbangan sy dengan mudah bisa ke Bangka lewat jalur dekat yang pastinya ga perlu cuti asal ada Hari Kejepit Nasional.,,,,,hehe. Yups...qt kesana disaat ada libur hari Jumat, trus jadi bisa lanjut Sabtu-Minggu.
Welcome to Bangka ^_^

Day 1 :
Dari Prabumulih kita berangkat dini hari supaya bisa nyampe di Palembang pagi, berhubung ferry dari Palembang-Babel berangkat pukul 07.00 lewat pelabuhan bombaru (bener ga ya tulisannya??:P). Dari pelabuhan itu cuma skitar 1-2 jam kita sudah tiba di Smentok (udah babel tapi belum Pangkal pinang lho ya). Itulah yang diluar perkiraan sy, sy kira habis naik ferry udah deh nyampe, haha,ternyata belom. Jadi kita sama sekali ga prepare buat beli tiket terusan sampai Pangkal Pinang, cuma beli tiket ferry doang. Tapi tenang saja saudara-saudara, di ferry tersebut menyediakan penjualan transportasi darat ke pangkal Pinang, bisa dengan travel ( mobil-mobil sebangsa kijang, avanza, dan keluarganya) Rp 60.000 atau bus dengan harga Rp 35.000.
Berhubung qt sok backpacker (bukan pelit lho ya :P), kita pilih naik bus. Alhamdulillah bus yang membawa kita ke PangkalPinang tidak separah bus yang membawa saya ke PagarAlam (lain kali saya cerita perjalanan saya yang parah ke PagarAlam).

Sepanjang jalan menuju pangkal Pinang saya tak bosan-bosannya melihat kiri kanan...aaah...walaupun bukan di Belitung, saya mendapatkan aura Laskar Pelangi. Kita juga sempat singgah di tengah perjalanan, yang menurut saya harganya mahal untuk makanan dengan rasa seperti itu (???). Sesampai di Pangkal Pinang sudah lewat tengah hari, untungnya sudah ada teman saya Eru yang menunggu, senangnya,,,lumayan tenang gara ada 1 anak ini. Awalnya kita dibawa oleh si Eru ini ke Hotel di dekat alun-alun Pangkal Pinang sesuai pesanan kita (psssst...harga murah ala backpacker). Tapi setelah melihat kamarnya yang agak suram, salah satu bolangwati melupakan azaz backpackernya..hahaa...akhirnya memilih Hotel BumiAsih Pangkal Pinang yang harganya 2x lipat hotel itu. Menurut saya Hotel Bumi Asih dengan hargaRp 350.000/malam servicenya sangat memuaskan, kamarnya enak dan bersih, breakfastnya sudah tipe buffet dan stafnya ramah banget.Sangat berbeda jauh dengan Bumi Asih Palembang (not recomended at all) : suram, banyak nyamuk, staf cuek.
Hotel Bumi Asih Pangkal Pinang


Akhirnya kegiatan jalan-jalan dimulai dari 15:00 setelah kita cuma sempat naruh tas dan mandi bebek di hotel. Tujuan utama yang paling dekat :  
Museum Timah 
Wajib datang dong ya, secara kita ke Bangka salah satu pulau penghasil timah terbesar se-Indonesia, pulau yang katanya kalau diliat dari atas, keliatan bolong-bolong karena banyaknya penambangan timah ilegal yang ga memperdulikan lingkungan. Pas datang, sebetulnya museumnya lagi tutup karena perbaikan, tapi dengan mengandalkan rayuan maut, kita bsia masuk..hehe. Di Museum ini saya mengalami super dejavu...hikss...too many things remind me about mining, ada bangka bor yang seumur-umur kuliah di tambang selalu harus diingat, segala jenis mineral dan batuan....huwaaaaaaaa.....really miss mining field.

my fav picture @Pasir Padi beach
Selanjutnya kita ke Pantai Pasir Padi, pantai yang paling dekat dengan kota Pangkal Pinang. Pantai ini menurut orang bangka bukan pantai tujuan utama jalan, tapi berhubung ini perjalanan pertama kita (semoga bukan terakhir ke Bangka), kita wajib datengin sebanyak mungkin tempat yang bisa kita datengin (Prinsip hemat+kemaruk). And there we were...nikmatin senja di pantai, which remind me again about mining, karena ada kapal keruk yang nyender disana (seumur-umur saya kuliah di tambang, inipertama kalinya saya liat kapal keruk secara langsung). Ada beberapa tempat makan disana, kita memutuskan makan di Aroma Laut karena bentuknya kayak kapal,hehe. Masalah rasa?? biasa saja, masih enakan resto sebelahnya kata temen saya. Gpp lah...yang penting kita bs foto2 gaya titanic di kapal itu...haha. *Norak.com.* Dari situ baru deh nongkrong di alun-alunnya Pangkal Pinang. Asyik...banyak makanan yang dijual, trus banyak orang yang bawa anaknya buat hangout, jadi banyak adek-adek kecil lucu disana.
dARI pANTAI samPai aKhirnya Nongkrong di ALun2 Pangkal Pinang

Day 2 :
 Hari kedua saatnya untuk berkunjung ke pantai yang lebih indah dan lebih jauh lagi, Pantai Parai dan Pantai Tanjung Pesona. Pagi-pagi kita dah dijemput ama bodyguard kita, si Eru ga bisa jemput, yang jemput temennya si Yuhanda ama si Yorie (yang ternyata artis Pangkal Pinang,,,,hehe.,..artis lokal bo'). Dari Pangkal Pinang dengan ditemani lagu khas daerah Bangka yang ternyata dinyanyikan oleh band-nya si Yorie kita menuju Sungai Liat,daerah yang banyak pantai itu,perjalanan sekitar 1-2 jam. Thanks God again...Tuhan emang Keren, di saat itu ternyata ada acara pemecahan rekor MURI untuk naga terpanjang se-Indonesia....yups,,,,,kita singgah ke sana dulu deh. Mumpung mumpuuung.
Longest Dragon in Indonesia


Mie Bangka
Habis itu kita makan dulu,,,,jangan lupaa...jalan-jalan harus makan makanan khas daerah situ, ada mie bangka, es kacang merah dan mpek-mpek tak ketinggalan.
 Lanjut deh ke Pantai Tanjung Pesona. Sebetulnya Tanjung Pesona ini termasuk salah satu private beach, jadi ga bisa sembarang orang masuk, berhubung kita-kita ini amat cerdas dan ambisius, kita tetep bisa masuk. Mobil kita ngikutin mobil rombongan dinas pariwisata yang kebetulan mau masuk kesitu...hahaa....kereen. Pantainya memang bagusssss :) malah ada satu pantai yang ga terlalu komersil dekat situ, agak tersembunyi, ada vihara kecil dan pemandangan dari situ baguuuuus banget. Jadi kalau sempat, sebelum ke Tanjung Pesona sebaiknya main-main dulu ke tempat tersembunyi ini.
Tanjung Pesona Beach
Parai Bridge
Parai Beach
Pantai Parai : Ini ni pantai yang paling bagus di bangka, disini ada resortnya sekaligus, bisa untuk parasailing, banana boat dan snorkeling. Sayangnya kita ga dapet kamar di sini...T___T hiks...dari awal datang merayu-rayu resepsionis sampe hari menjelang sore, dari minta kamar yang standard sampe kita nekad mau yang suite..tetep ga dapet. Aseemmm...batal deh liat sunset. Berita buruknya lagi hari itu kita ga bisa parasailing karena arah angin menuju karang dan ga bisa snorkeling karena habis badai T___T bad news agaiiin. Akhirnya kita cuma bisa banana boat aja sambil puas-puasin berendem (dicatet ya bukan berenang) di laut. Hal yang sy suka dari Parai lagi adalah adanya jembatan menuju ke pulau kecil yang sepanjang jembatannya itu dipasangin lampu-lampu, jadi pas sore menjelang malam jadi baguuuuuuuussss banget. Membayangkan menikah disana sambil jalan gandengan ama suami menuju pelaminan di pulau itu..wkakaka. Sore yang benar-benar indah untuk menutup hari di Pantai Parai. Berhubung kita ga dapet kamar disitu kita terpaksa pulang en nginap di hotel lain..hiks...ga bisa liat sunrise.Untuk para backpackers, kalau nginep di Parai Resort kemahalan, hotel tempat kita nginap di Sungai Liat namanya Rosegarden..lumayanlah, especially pelayanannya, ramah abis dan yang paling asyik, disamping hotel ini ada tempat makan sunda dan masakannya enak. :)




menunggu travel yg lambreta
Finally...the journey end. Saatnya pulang,,,hari minggu subuh-subuh kita udah bangun nungguin travel. Dasar Indonesia yaaa, janji jam 6, datangnya jam 7 lewat...ampuuun dah. Sebel banget ama kebiasaan ngaret Indonesia dalam segala aspek. Gimana mau maju siiih kayak gini (OOT yaaa??).


Sampai di Palembang sekitar jam 12 siang dan kita memutuskan untuk massage dulu...idiiih...Saya cerita ini karena menurut saya lucu dengan kepedean kita yang kayak ga punya urat malu. Bayangin aja, turun dari ferry, nenteng-nenteng kardus berisi oleh-oleh, dengan gaya anak jalanan abis, sandal jepitan pula, kita pede banget masuk salon di mall..hehe. Jadi dengan tatapan aneh warga salon yang pada kinclong abis, kita sante-sante aja plus nitipin kardus di resepsionis salonnya.hahaha.




3 Bolangwati
Aku dan Narsisme q...
Overall,,,I love my journey,,,,in all journeys,,,whole dreams resides. Dan khusus di perjalanan ini..a bunch of thanks for my friend Eru...who introduced us to Yuhanda and Yorie...and u as three muskeeter bring us anywhere we wanted to go. This journey is nothing without u three ,,,guys...:). Adios,,,(apaan ini ??? kayaknya keren aja diujungnya dikasi adios,,he)













Eat Pray Love


Akhirnya q bisa menyelesaikan buku ini, buku yang jadi ngeboom gara-gara dijadikan film dan syuting di Pulau Bali. Menurut saya sendiri, buku ini biasa saja, hal ini terbukti dari lamanya saya menyelesaikan membacanya :D
Bagi saya, mudah saja untuk menilai apakah buku tersebut bagus atau tidak menurut saya. Jika buku itu bagus, saya betah sampai begadang demi menyelesaikan suatu buku. Tapi jika biasa saja, ya sudah, saya selesaikan saja sewajarnya.haha. Rekor tercepat saya baca buku?? Harry Potter!!!!! Buku yang tak pernah saya selesaikan??? Lord OF The Ring!!! HAHAHA,


Kembali lagi ke Eat Pray LOve, sebetulnya temanya bagus banget dan menarik menurut saya. True story tentang seorang divorced woman yang bepergian ke 3 negara dengan awalan huruf I yaitu Italia, India dan Indonesia dalam rangka menyembuhkan mental dan hidupnya.Si Elizabeth Gilbert, seperti judulnya membagi buku ini menjadi 3 bagian yaitu: Italia (EAT) dimana di negara ini dia benar-benar having fun and eating fun, India (PRAY) dinegara ini si Liz Gilbert mendedikasikan dirinya untuk belajar meditasi dan Indonesia (LOVE) , Liz memilih Indonesia karena ketika dia berkunjung ke Bali, ada seorang dukun yang meramalnya dengan tepat dan mengatakan bahwa dia akan kembali lagi ke Indonesia dan tinggal disana untuk berguru kepada sang dukun. Ketika dia kembali ke Indonesia, si guru malah sempat lupa dengan Liz. Di sinilah dia menemukan dan mempercayai cinta lagi.


Saya tidak tau apa memang gaya menulis si Liz yang kurang bagus atau si penerjemah yang membuat buku itu membosankan. Soalnya buku ini pernah masuk dalam 100 buku terbaik tahun 2006. Masalah di buku terjemahan ya seperti itu. Ketika si penerjemah kurang lihai dalam traslation, jadinya buku itu menjadi suatu hal yang membosankan. 


Learning from this book menurut saya :
Belajar untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain, mengelola perasaan, menyembuhkan perasaan yang luka  bukan dengan melupakan tapi dengan melepaskan ke dalam diri sendiri, memberikan ruang dalam diri kita untuk merasakan perasaan2 itu, lalu melepaskannya.



Dari apa yang saya dengar, katanya filmnya juga biasa saja. BUt I still eagerly to see it (syuting di Bali gitu lhoo, cukup dengan modal itu saja udah cukup membuat orang indo banyak yg pengen nonton :D). Kalau mau liat sedikit syutingnya bisa klik disini. So....let's wait Palembang Indah Mall to show this movie :) 


Kesibukan Rahasia


Minggu-minggu ini, karena ide aneh sy yang muncul tiba2, q jadi punya kesibukan rahasia..hihi. Kesibukan ini bikin sy ga konsen kerja, ga bisa tidur cepet, bentar-bentar lirik kalender, buka-buka "itu" yang sudah saya print, sampe ga sempet buka blognya yandul padahal dia suruh q buka buat ngecek tampilan barunya (hehehe..sorry ya neng), sy ga jelas banget ya. Walaupun tujuannya jelas...hihi lagi.

Seperti hari ini, pagi-pagi udah bangun (walapun ini hari libur), baca Eat Pray LOve beberapa bab, trus langsung teringat 1 hal yang belum sy tuntaskan...hehe..."itu". Sudah saya tuntaskan pun, saya langsung ga sabar buat ngeprintnya, sampe sy mikir, apa ke kantor aja ya bentar buat ngeprint doang...gilaaa...qq gilaaa. Hasilnya saya bentar2 liat di laptop, saya pandangin terusssss sambil ga sabar for the day.

Ini benar-benar kesibukan rahasia, cuma beberapa orang yang tau. Karena saya menganggap mereka orang yang wajib tau...soulmate2 saya disini hehe. Ini bener2 rahasia cuy..sampai waktunya nanti tiba2 saya update status di FB saya dan bilang .................................(titik titik).hehehe. Aaaaa..saya orangnya ga sabaran. It has been on my eyes since the idea flop out in my mind.

Doakan saja supaya dengan mulai tuntasnya hal2 penting yang saya lakukan secara rahasia itu..saya bisa konsen kerja mulai besok. :).

Map of My Trips

Copyright 2009 thiernaphilo. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates